Selasa, 26 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

Divonis Mati karena Leukimia,

Steven Gonzales Jr Berhasil Ciptakan Game Play Against Cancer

Minggu, 23 Februari 2014 12:47 WIB
SIB/Int
Steven Gonzalez Jr.
Texas (SIB) - Hacker itu cap yang selalu dikaitkan dengan kegiatan negatif. Padahal, hakikinya ada dua jenis hacker: White-hat Hackers dan Black-hat Hackers.

Terlepas dari itu, tidak demikian dengan Steven Gonzales Jr. Hobinya mengutak-atik komputer membuatnya menjadi pemuda kreatif. Bahkan mampu mendatangkan duit yang banyak. Yang istimewa, ketika dokter mengatakan usia hidupnya tinggal dua persen, Steven justru menjungkirbalikkan analisis para ahli berdasarkan uji laboratorium tersebut.

Steven tak hanya berhasil menantang maut, tapi dari penyakitnya itu tercipta mainan virtual berdasarkan penyakitnya. Game tersebut dinamainya play against cancer.

Di dunia ini, seperti dilaporkan Huffington Post, Selasa (18/2), melaporkan, ada sejumlah hacker cilik dan remaja yang populer. Setelah dipemeringkatkan, para peretas tersebut mengukir prestasi dunia.

Prestasi tersebut mengjungkirbalikkan kejahatan yang dilakukan hacker remaja di St Petersburg, Rusia yang meretas 70 juta kartu kredit dari bank terkemuka dunia. Dalam aksinya itu ia menanamkan malware jenis Trojan pada sistem pembayaran kartu kredit.

Dengan demkian, ia dapat dengan mudah mengumpulkan data-data pemilik maupun transaksi kartu kredit yang dilakukan di sejumlah pusat perbelanjaan.

Berikut, ada 5 hacker cilik - remja dari berbagai negara, yang masuk dalam kelompok White-hat Hackers. Mereka adalah Lim Ding Wen, Zora Ball, Steven Gonzales Jr, Santiago Gonzales dan Zach Marks.

Hacker Melawan Kanker
Yang paling memilukan adalah kisah hacker cilik bernama Steven Gonzales Jr. Memasuki usianya yang ke-12 pada tahun 2005, ia didiagnosa mengidap kanker darah Myelogenous Leukemia akut. Dokter yang menangani penyakitnya mengatakan bahwa kesempatan hidup Gonzales tidak kurang dari 2 persen.

Namun karena semangatnya yang besar, papar laman NBC Latino, Gonzales berhasil melewati 100 hari masa kritisnya. Di sela-sela kesehariannya menjalani kemoterapi dan transplantasi darah, ia menciptakan aplikasi game yang diberi nama Play Against Cancer.

Game itu menceritakan seorang tokoh superhero yang berperang melawan sel kanker - diilustrasikan sebagai monster berwarna hijau. Kini memasuki usianya yang ke-19, ia beberapa kali menjadi pembicara pada sebuah konferensi `Technology, Entertainment, and Design (TED)` tentang kekuatan penyembuhan dari video game.

Tak hanya itu, programer asal Texas, Amerikas Serikat ini juga berhasil menciptakan sebuah jejaring sosial untuk pasien penderita kanker bernama The survivor Games yang dibuat khusus untuk anak-anak berusai 6 hingga 12 tahun ke atas.

Ciptakan Aplikasi Inovatif 
Hacker cilik pertama yang cukup menyita perhatian publik adalah bocah berusia 11 tahun dengan nama Lim Ding Wen. Pada tahun 2009, programer asal Malaysia ini menciptakan sebuah aplikasi virtual painting bernama Doodle Kids.

Mulanya ia menciptakan aplikasi ini untuk menghibur adiknya, namun tak disangka aplikasi itu melenggang di toko aplikasi Apple App Store. Wen yang mengaku belajar bahasa pemrograman sejak usia 7 tahun, memahami betul bahasa kode seperti BASIC, GSoft BASIC, Complete Pascal, Orca/Pascal dan Objective-C. Wen kini diketahui menetap di Singapura dan masih aktif mengembangkan aplikasi.

Kemudian ada bocah cantik bernama Zora Ball, yang pada tahun 2012 didapuk sebagai pencipta aplikasi termuda. Kala itu programer cilik asal Philadelphia, Amerika Serikat tersebut masih berusia 7. Ia berhasil menciptakan game edukatif bernama Ball di ajang FATE Bootsrap Expo.

Huffington Post, melaporkan, sebenarnya ajang yang diselenggarakan oleh University of Pennsylvania itu hanya boleh diikuti oleh peserta berumur minimal 12 tahun. Namun berkat kecerdasannya, Zora diijinkan untuk turut serta.

Buat Belasan Aplikasi
Kemudian terdapat hacker cilik bernama Santiago Gonzales, yang pada usianya yang ke-14 tahun berhasil menciptakan sekitar 15 aplikasi berbasis iOS, baik itu berupa game maupun edukasi. Salah satu aplikasi besutannya yang paling populer adalah Super Slide Puzzle, yang memungkinkan pengguna untuk menyusun sejumlah foto dari smartphone dan membentuk sebuah puzzle.

Juga ada aplikasi edukasi Space Solar System yang dapat menampilkan gambar visual dari planet-planet di luar angkasa, lengkap dengan berbagai informasi. Dan yang terakhir adalah hacker cilik bernama Zach Marks. Kiprahnya berawal ketika ia dilarang oleh orangtuanya untuk membuat akun Facebook.

Pasalnya saat itu Zach masih berusia 11 tahun, sedangkan Facebook membuat peraturan pembuat akun minimal berusia 13 tahun. Ia pun akhirnya terinspirasi untuk membuat sebuah jejaring sosial untuk anak-anak. Pada Desember 2012, USA Today melaporkan bahwa media sosial besutannya, Grom Social, berhasil memperoleh sekitar 2000 pengunjung dan 6000 halaman yang diakses setiap harinya. (T/R9/ r)

T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments