Rabu, 03 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

Curhat

Seandainya Aku yang ...

Oleh Martha Indri Sihombing, SMA Panti Harapan Lawe Disky, Aceh Tenggara
Minggu, 30 Maret 2014 19:07 WIB
Ada pemandangan aneh kebanding hari biasanya. Kenapa Vivit tak berada di samping Diky. Biasanya, dalam kondisi apapun, keduanya selalu sama. Ilusiku, seperti yang lalu-lalu, langsung tertuju pada cowok tampan itu. Ah, seandainya aku yang berada di sisi Diky...

Aku dikenalkannya pada Diky ketika ketemu di pertandingan antarsekolah. Begitu berjabat tangan, dadaku langsung bergetar tak seperti bisanya. Getarannya kencang. Kencang sekali. Aku yakin Diky pun merasakan hal serupa seperti aku. Buktinya, Diky terus memerhatikanku. Sempat kulihat matanya. Ternyata Diky pun menatap padaku.

Tak ada kata-kata. Kami berdua cuma tersenyum. Sejak saat itu aku berhalusinasi, Diky pantas untukku. Cocok banget pun. Tapi aku takut. Mana tahu Vivit juga menaruh hati. Atau... ah, entah pun mereka sudah jadian.

Benar juga. Setiap ekstrakurikuler, mereka terus berdua. Saat istirahat, pun berdua. Aku ingin nimbrung tapi khawatir mengganggu. Saat pelajaran, aku beranikan jalan melewati lokal Diky.

Memerhatikanku, Diky refleks memanggilku dari dalam hingga seiisi kelas dengar dan menggodanya. Dari sana kusimpulkan, Diky ada hati denganku tapi... sekali lagi aku takut Vivit juga punya hati.

Vivit itu kawan dekatku. Sejak dari SMP. Kami selalu berdua. Ke mana pun. Tetapi, ketika ‘mendapatkan’ Diky, Vivit gak pernah cerita. Tiba-tiba saja ia mengenalkan aku dengan cowok bertubuh atletis dan sorot mata tajam tersebut.

Untuk memastikan dugaanku, aku mengikuti keduanya pulang sekolah. Tetapi Diky tak mengantar Vivit sampai ke rumah. Mereka berpisah di simpang jalan.  Karena Diky sendiri melanjutkan jalan, kuberanikan mendahuluinya. Tapi dari seberang kanan. Eh... Diky berteriak-teriak memanggilku.

Meski penuh keraguan, kuberanikan saja menanyakan hubungan Diky dengan Vivit. Tak ada jawaban tegas dari Diky tentang Vivit. Meski kudesak berulang-ulang, Diky tetap bungkam. Jawabannya pun snagat mengambang: “Biarlah waktu yang menjawab pertanyaanmu,” ujarnya.

Setelah mendengar langsung, aku makin memastikan bahwa tak ada sesuatu di antara keduanya. Tetapi, kenapa Diky - Vivit selalu bersama. Tetapi, belakangan ini, mereka tak pernah lagi berdua. Ingin kupastikan pada Vivit apakah hubungannya dengan Diky berakhir... tapi aku takut dituduh pagar makan paku! (h)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments