Selasa, 26 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Sinar Remaja
  • PPI Guilin Populerkan Bahasa Indonesia di Lingkungan Remaja di China

PPI Guilin Populerkan Bahasa Indonesia di Lingkungan Remaja di China

Minggu, 02 Februari 2014 13:12 WIB
SIB/ Ist
Ketua PPI Tiongkok Cabang Guilin Anton Wu bersama mahasiswa asing di China
Guilin (SIB)- Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Guilin Anton Wu merantau ke negeri paling banyak warganya di dunia itu tak hanya menimba ilmu, tapi memomulerkan bahasa Indonesia di lingkungan remaja di China khususnya di wilayah tempatnya studi. Selain menggunakan untuk komunikasi, kadang PPI Tiongkok Cabang Guilin mengadakan pelatihan melibatkan mahasiswa dari seluruh dunia. Dalam kegiatan itu diajak warga setempat yang pernah tinggal di Indonesia.

Guilin sebuah kota di Republik Rakyat China yang terletak di timur laut Kawasan Otonomi Guangxi Zhuang. Dari sensus di tahun 2004, Guilin berpenduduk 707.200 jiwa dan sejak lama menjadi daerah tujuan wisata. Terletak di bantaran Sungai Li, namanya berarti hutan Osmanthus, karena banyaknya tanaman ini di kota ini.

Alasan memopulerkan bahasa Indonesia di China agar menjadi salah satu bahasa internasional  selain sebagai tanggung jawab warga negara sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. “Di dalam era globalisasi, peran bahasa menjadi salah satu kunci utama dalam pembangunan. Kita lihat bagaimana China dengan bahasa Mandarinnya mampu mengglobalkan bahasa mereka menjadi salah satu bahasa populer di Dunia,” kata Aulia Rahman, pengurus PPI Tiongkok Cabang Guilin Bidang Pendidikan dan Jurnalistik, seperti ditulis dalam Kompasiana - Kompas.Com.

Terakhir kali PPI menggelar pelatihan bahasa Indonesia selama tiga hari, 15–17 November 2013, di China membantu Pemerintah dalam meningkatkan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan (Pasal 44 UU No.24/2009).

Kepopuleran bahasa Mandarin di tengah masyarakat internasional, lanjut Aulia, menjadi pendorong para mahasiswa Indonesia yang berkuliah di China untuk turut serta dalam memopulerkan bahasa Indonesia di Negeri Tirai Bambu.

Para mahasiswa Indonesia menyelenggarakan pelatihan bahasa Indonesia bertema “Bali” dengan materi seputar pariwisata di Pulau Dewata itu. Konsep dari kegiatan tersebut, yakni peserta yang berasal dari pelbagai negara itu menerima materi pelajaran Bahasa Indonesia dan sehari praktik berbahasa Indonesia seperti pembacaan puisi atau menyanyikan lagu Indonesia. Selain itu, setiap peserta didampingi mentor mahasiswa Indonesia untuk membantu mempermudah pengajaran.

Menyinggung jumlah peserta, Aulia Rahman menjelaskan bahwa jumlahnya melebihi target, semula 30 peserta membludak hingga 57 mahasiswa yang berasal dari China, Vietnam, Thailand, Amerika, dan Yunani. “Di samping itu, juga hadir Paman dan Bibi (Ayi Shushu) yang dahulu pernah tinggal di Indonesia yang telah kembali ke China ikut serta dalam pelatihan ini,” ucapnya.

Menurutnya, kecintaan mereka terhadap bahasa Indonesia terlihat jelas dalam keseriusan mereka mengikuti acara pelatihan tersebut.

Sementara itu, Ketua PPI Tiongkok Cabang Guilin Anton Wu menegaskan tujuan kegiatan tersebut, yaitu agar mahasiwa asing dapat mengenal dan memahami bahasa Indonesia serta mewadahi mahasiswa. (t/r9/h)






T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments