Rabu, 18 Sep 2019
  • Home
  • Sinar Remaja
  • Mission Trip SM-GKPS Jakarta Latih Anak-anak Pedalaman Pupuk Toleransi

Mission Trip SM-GKPS Jakarta Latih Anak-anak Pedalaman Pupuk Toleransi

admin Minggu, 25 Agustus 2019 14:11 WIB
SIB/Dok
Anak-anak : Sebagian anak-anak Sekolah Minggu (SM) bersama tim Mission Trip SM Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Cempaka Putih Jakarta di halaman satu gereja di pedalaman Simalungun.
Simalungun (SIB) -Sejumlah pekerja sosial yang terwadah dalam Mission Trip Sekolah Minggu (SM) Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Cempaka Putih Jakarta melatih anak-anak yang bermukim di pedalaman Simalungun untuk hidup memupuk toleransi. Kegiatan dipusatkan di sejumlah gereja GKPS di Simalungun, 8 - 11 Agustus 2019. Lebih dari 150 anak-anak dilatih di GKPS Bah Sulung, GKPS Pusuk Pardamean, GKPS Sordang Raya, GKPS Bah Rakket dan GKPS Nagur Usang.

Ketua Panitia Mission Trip SM-GKPS Cempaka Putih Jakarta Maria Febrikani Sinaga mengatakan, kegiatan rutin tersebut menyasar anak-anak khususnya anggota SM-GKPS dimaksudkan mendidik, melatih dan mencerdaskan generasi milenial dengan pendekatan manusiawi. "Di wilayah yang menjadi pusat konsentrasi pengajaran, anak-anak dari ragam latar belakang suku dan agama, ada.

Kegiatan dimaksudkan bagaimana anak-anak tersebut kelak memiliki empati, solidaritas dan toleran pada sesama tanpa memandang latar belakang," ceritanya didampingi Sekretaris Novi Berliana Sembiring dan Pembimbing SM-GKPS Cempaka Putih St Ramses Hutahaean.

Memilih menyentuh anak-anak di pedalaman, lanjut Maria Sinaga, agar generasi milenial yang hidup di lingkungan asri tanpa polusi metropolitan terasah kecerdasannya dengan pendekatan psikologis dan intelektual. "Dasar pengajaran Mission Trip SM-GKPS Cempaka Putih Jakarta pada moral agama. Anak-anak dibimbing untuk mengenal dan bersahabat dengan Tuhan. Semua dimaksudkan agar berhikmat pada Sang Pencipta," ujarnya.

Dari sana, lanjutnya, melebar ke hal-hal mengasah intelektual dengan pendekatan karakteristik ketertarikan dan kemampuan. Menurutnya, banyak hal yang membuatnya miris karena anak-anak yang bermukim di pedalaman sangat jarang tersentuh dengan pengajaran berkualitas. "Tetapi, dari sisi moral kemasyarakatan, anak-anak yang dikunjungi dan disentuh Panitia Mission Trip SM-GKPS Cempaka Putih Jakarta justru memiliki keunggulan. Misalnya soal fisik, interaksi sosial berbasis kearifan lokal. Mereka jauh lebih unggul ketimbang anak seusia yang hidup di kota," simpul Maria Sinaga.

Dalam tim yang dipimpin istri Direktur Lite House Irwando Saragih MBA itu, ada sejumlah pekerja sosial yang telah berulang kali melakukan kegiatan serupa di tempat berbeda. Di antaranya St Risma Damanik, Mega Damanik, Novita Peranginangin, Masiani Sipayung, Roseni Purba, Bonando Sitio, Linca Sinaga, Devi Purba Manorsa, Ine Chintya Saragih, Ira Yanti Silalahi, Jhonatan Saragih, St Josri Sinaga, Pdt Jhon Christian Saragih dan Pdt Immanuel Sitio.

Sebelum turun ke lapangan, tim beroleh arahan dari Pendeta Ressort Cempaka Putih dan Pendeta Ressort Bah Sulung Pdt Ery Nababan. "Dari sisi pengajaran dan praktik kesehatan, dr Melvi Sinaga berkontribusi," ujarnya.

Meski kerja tim menguras tenaga tapi merasa puas karena pelayanan tepat saran. Maria Sinaga bercerita bagaimana tim masuk ke lokasi yang ditempuh dengan kendaraan gerobak terbuka. Pulang malam hari dengan medan gelap karena ke luar masuk perkebunan dan melintasi hutan. "Penat tersebut terobati karena anak-anak beroleh pengajaran tepat," tutupnya. (Rel/R9/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments