Jumat, 29 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

Milenial di 'Simpang Jalan', Kualitas SDM 'Mengambang'

redaksi Minggu, 12 Januari 2020 19:22 WIB
SIB/Dok
Medan (SIB)
Masuk ke era Revolusi 4.0, tak sedikit generasi muda seperti berada di 'simpang jalan'. Tenaga kerja produktif khususnya milenial 'harus' masuk dan menguasai teknologi. Karena mengejar era yang ditandai percepatan informasi, fokus pada pengisian kualitas sumber daya manusia (SDM) terkurangi. Akibatnya, terjadi stagnasi ketika dunia kerja membutuhkan tenaga kerja terampil.

Demikian diutarakan Regional Business Manager Alfaland Group Herri Zulkarnain di Merica Millennium ICT Medan Medan, Rabu (8/1) dalam diskusi dengan investor dan praktisi tenaga kerja seperti Kepala Balai Besar Pelatihan Latihan (BBPL) Kota Medan M Ali dan Kabag TU BBPL Medan Huminsa Tambunan.

Herri Zulkarnain mengatakan, lapangan kerja terbuka tapi karena kualitas SDM belum mumpuni, kesempatan yang ada terlewat dan diisi oleh pihak lain. Menurutnya, disebabkan mengacu pada teknologi, kualitas SDM cenderung 'sama'. "Kunci berhasil dalam persaingan memang menguasai teknologi tapi harus memiliki spesialisasi," tambahnya sambil menegaskan kesempatan kerja yang ada memang bersinggungan dengan teknologi.

Untuk sukses, nasihatnya, milenial harus tepat mengambil keputusan dalam mengisi kualitas SDM. "Penguasaan teknologi, wajib tapi harus ditambah dengan keahlian, plus memertimbangkan passion hingga posisi yang dilirik, tercapai," tambahnya.
Perbedaan varian pengambilan keputusan tersebut bisa jadi karena terpaksa maupun bisa memang karena sudah direncanakan.

Dengan demikian, banyak perusahaan atau organisasi yang menerima pekerja yang memungkinkan hanya batu loncatan saja sampai dengan generasi millennial ini menemukan posisi yang sesuai dengan passion-nya. "Kondisi itu membuat gampang employee turnover yang membuat perusahaan 'terbeban' karena harus melakukan treatment lanjutan yang disesuaikan kebutuhan. Padahal perusahaan ingin yang siap pakai," tegasnya.

Herri Zulkarnain mengatakan, tren saat ini, pola milenial mempengaruhi perubahan secara global untuk itu setiap individu harus punya talenta dan jiwa yang mampu berkompetisi.

M Ali mengatakan, pihaknya tetap menekankan milenial memiliki kualitas yang mumpuni. Itu sebabnya BBPL terus dan terus melatih dengan workshop kejuruan seperto perhotelan, konstruksi, barista dan restoran. (R9/d)


T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments