Jumat, 05 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Sinar Remaja
  • Milenial Anggap Ghosting Tak Sopan, Ucapan 'Terima Kasih' Ketinggalan Zaman

Milenial Anggap Ghosting Tak Sopan, Ucapan 'Terima Kasih' Ketinggalan Zaman

redaksi Minggu, 22 Desember 2019 18:46 WIB
SIB/Dok
Ls Drs Naurat Silalahi
London (SIB)
Privilege, satu badan sosial di Inggris, melakukan studi tentang perilaku pengguna dunia maya dari lingkungan anak muda. Penelitian melibatkan 2.000 orang. Kesimpulan survey mengemuka bahwa milenial menganggap ghosting tak sopan dan mengucapkan 'terima kasih' sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman.

Line.Today.Me, Kamis (12/12) melaporkan, milenial menilai ghosting justru dianggap tak sopan. Ghosting atau menghilang tiba-tiba di media sosial sebagai sesuatu yang kasar.

Hasil penelitian yang dipublikasi pada medio Desember 2019 tersebut memosisikan 84 persen anak muda menilai hal kuno mengatakan 'tolong' dan 'terima kasih'. Seterusnya, 4 dari 10 anak muda menolak menyerahkan kursi mereka kepada orang yang sudah tua atau wanita hamil di transportasi umum.

Data lainnya, 28 persen anak muda mengabaikan etika saat sedang mengantre dengan memotong antrean dan 27 persen anak muda juga menganggap berbicara dengan mulut penuh makanan bukan lah suatu masalah. Ironinya, 38 persen percaya menarik kursi dan mempersilahkan orang duduk merupakan sesuatu yang ketinggalan zaman.

Dari lebih 2 ribu anak muda di Inggris yang menjadi obyek penelitian, hampir seluruhnya memiliki kode perilaku yang dianggap lebih penting ketimbang norma yang sebelumnya sudah ada di masyarakat. Adab tersebut berkaitan dengan media sosial yakni 34 persen milenial menyebut ghosting sosial sebagai sesuatu yang kasar dan 54 persen milenial menganggap menyebarkan masalah orang lain di media sosial sebagai sesuatu yang tidak sopan.

Menanggapi hal tersebut, Ls Drs Naurat Silalahi mewanti-wanti milenial di Indonesia untuk tidak mengikuti tren dunia maya dengan adab 'baru'. "Adab tidak boleh berubah meski zaman sudah berubah dan milenial temannya adalah dunia maya," ujar pria yang pernah studi singkat di United Kingdom tersebut.

Novelis yang kehilangan ginjal dan kemudian 'dikembalikan' setelah mengonsumsi Purtier Placenta Rusa itu mengatakan, betapa dahsyatnya kemajuan satu zaman tidak dapat mengubah satu titik pun seperti yang sudah digariskan di Alkitab, termasuk moral religi. (T/R9/d)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments