Minggu, 25 Agu 2019

Kecerdasan Milenial Idealnya Diikuti Pergerakan Tubuh

admin Minggu, 04 Agustus 2019 15:56 WIB
Handy
Tangerang (SIB) -Handy, eksekutif di produsen alat permainan anak-remaja, mengatakan kecerdasan individu idealnya diikuti dengan pergerakan tubuh. Saat ini, lanjutnya, sebagian besar kaum milenial cerdas dengan digital yang 'memaksa' tubuhnya statis karena fokus pada gadget atau personal computer. "Jika tidak dibarengi dengan pergerakan tubuh, kecerdasannya kemungkinan timpang karena satu poin terpenting dalam 'Mens Sana in Corpore Sano' tak ada lagi," ujar pria yang mengibarkan bendera perusahaan Pangeran Maju Bahagia (PMB) dalam upaya menggerakkan tubuh milenial.

Seperti yang ditekankan World Health Organization (WHO) bahwa anak di bawah lima tahun (Balita) harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk bergerak dan bermain di alam lepas nan asri. "Secara ilmu kedokteran, milenial lebih aktif bergerak akan mendapatkan kualitas tidur serta tumbuh sehat lebih baik. Caranya, ajak milenial refreshing. Main mobil-mobilan atau olahraga hiburan lainnya," tambah Handy di Tangerang saat menerima rombongan penyuka sepeda seperti Jeny dan Iwan dari Jess Co Tour & Travel Kompleks Merbabu Indah Medan.

Handy mengatakan, usia dini adalah periode perkembangan yang cepat dan masa di mana pola hidup keluarga bisa disesuaikan untuk mendorong peningkatan kesehatan. "Bergerak tanpa memaksa memberi kenyamanan pada motorik. Meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi waktu tidak bergerak, diikuti istirahat yang cukup akan meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan kesejahteraan."
Ia menunjuk fenomena dewasa ini di mana kelompok milenial cenderung kelebihan bobot tubuh karena tidak bergerak. "Aktif bergerak juga mencegah obesitas di usia muda dan masalah lain di kemudian hari," jelas Handy sambil mengatakan itulah sebabnya PMB menciptakan mainan dengan pendekatan kesenangan.

Menurutnya, sesuai anjuran pakar perkembangan anak dan psikolog milenial, ada 4 area penting yang harus diperhatikan dalam hal perkembangan kecerdasan yaitu Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Motorik dan Kecerdasan Komunikasi.
WHO mencatat, lebih dari 23 persen dewasa dan 80 persen remaja tidak cukup aktif secara fisik. "Perlu manajemen pola hidup aktif, sedentary dan kebiasaan tidur yang harus dibentuk sejak dini agar anak terbiasa hingga dewasa. Itulah sebabnya PMB menciptakan permainan milenial yang sesuai dengan perkembangan zaman," jelas Handy sambil mengatakan jika kegiatan bersifat pasif, milenial dapat melakukan kegiatan interaktif yang tidak menggunakan layar, gawai, atau barang elektronik seperti membaca, bercerita, bernyanyi dan permainan teka-teki. "Tetapi harus diikuti dengan pergerakan tubuh," tutupnya. (T/R9/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments