Rabu, 03 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

curhat Imelda Hutasoit - SMAN 2 Rantau Selatan

Kebersamaan Jangan Cepat Berlalu

redaksi Minggu, 15 Desember 2019 19:06 WIB
viva.co.id
Ilustrasi kebersamaan
Messy beda dengan aku, Reni dan Ressa yang bosan di sekolah. Ia kerap berlama-lama di kelas. Kadang membolak-balik buku pelajaran tapi selalu juga kujumpai melamun. Jika kutanya, ia selalu tergagap dan memaksa menghidangkan senyum manisnya.

Suatu kali, aku mendapatkannya sedang menangis di kamar mandi seorang diri. Mula-mula aku tak ambil pusing. Aku bahkan meleceh dalam hati. Ngapain sih pacaran jika masih muda. Lebih baik fokus belajar. Bila nanti waktunya, gak usah takutlah. Jodoh sudah ada yang ngatur.

Tetapi, karena tangisnya tak juga reda, aku mengintip dari dengan memanjat tempat dudukan westafel. Aduh, kasihan kali Messy sampai segitunya nangis sambil menjambak rambutnya sendiri.

Aku coba menggedor pintu dan memanggilinya. Agak lama. Sambil menyabar-nyabarkannya, aku memeluknya. Kuutarakan prinsipku. Ia mengangguk. Artinya, ia menerima saranku untuk menunda pacaran. Tetapi, berselang sehari, ia menangis lagi.
Kali ini di dalam kelas. Aku mendekat dan marah. Ia terdiam. Setelah lama, aku bertanya kenapa tidak mengikuti saranku. Kuancam Messy, bila masih pacaran, lebih baik tidak usah berteman denganku.

Tetapi, jawabannya membuatku sedih. Ia mengaku menangis bukan sakit hati kerena cowok tapi kepalanya sering seperti mau pecah. Sakit banget. Yang bikin aku terkejut, ia mengaku menderita vertigo akut.

Sejak saat itu, aku mulai iba. Tiap hari terus memerhatikannya. Jika ia terlalu fokus belajar, aku ingatkan. Tetapi, sudah sepekan aku tak melihatnya karena Messy opname.

Sebagai kawan, kami membezuk. Orangtua berterus terang bahwa Messy menderita penyakit yang dapat berakibat fatal. Aku menangis. Betapa tersiksanya Messy. Tetapi, aku merasa bahwa Tuhan sedang mengujinya dan segala doa kupanjatkan demi kesembuhannya.

Saat Messy berulang tahun, aku dan Reni serta Ressa bikin skenario. Ingin memberi kejutan. Bertiga kami minta pada perawat untuk membawa Messy ke taman untuk berjemur.

Bertiga kami langusng masuk kamarnya. Menghias semeriahnya. Sejam berlangsung, kami sembunyi di balik gorden tempat perawatannya. Begitu Messy masuk, bertiga kami berteriak sambil melempar confetti imajinatif yang membuatnya terkejut.
Kami serentak bernyanyi 'Happy Birthday'. Sambil girang, air mata Messy menitik bahagia. (c)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments