Selasa, 26 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Sinar Remaja
  • Karang Taruna Labuhanbatu Kelola Sampah untuk Rawat Bumi dan Keekonomian

Karang Taruna Labuhanbatu Kelola Sampah untuk Rawat Bumi dan Keekonomian

redaksi Minggu, 08 Desember 2019 18:03 WIB
SIB/Dok
Muhammad Ridwan Dalimunthe
Rantauparapat (SIB)
Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT diwakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Labuhanbatu H Sofyan Efendy Harahap SP memberangkatkan pengurus Karang Taruna (KT) Labuhanbatu studi banding tentang pengelolaan sampah ke Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/12).

Bupati mengatakan, Bandung sebagai tujuan karena KT Bandung terbaik di Indonesia dalam pengelolaan sampah, baik dari segi manajemen ataupun pelaksanaan 3R-nya (Rreuce/menggunakan kembali, reduce/mengurangi segala yang mengakibatkan sampah dan recykle/mengolah kembali atau daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Bupati menegaskan, dengan pengelolaan yang baik nantinya sampah menjadi benda keekonomian yang muaranya menguatkan ekonomi keluarga. "Kaum ibu nantinya menjadi pengepul sampah dengan nilai keekonomian," tambahnya sambil menunjuk sejumlah kebijakan prorakyat di Labuhanbatu dalam maksud semakin cepat meraih kesejahteraan.

Di Labuhanbatu ada Bank Sampah sebagai kelanjutan MoU atara Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Labuhanbatu dengan KT tentang Pengelolaan Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah Dinas LH.

Dapat Dimaksimalkan
Terpisah, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Labuhanbatu Muhammad Ridwan Dalimunthe SIP mengatakan,
pemberdayaan generasi muda (GM) di wilayahnya masih dapat dimaksimalkan. Menurut pria yang sudah studi banding dan menjadi pelatih pemberdayaan pemuda di bayak wilayah hingga ke luar negeri, posisikan GM sebagai subyek. "Harus ada pemetaan yang jelas guna mengetahu potensi GM. Mulai dari milenial, remaja dan GM termasuk yang berada di organisasi kepemudaan. Milenial dan remaja di era now, jelas beda dengan yang di OKP," ujarnya di jeda fit and proper test Partai Perindo Sumut.

Di Labuhanbatu, yang namanya Balai Latihan Kerja, belum ada meski komposisi demografi sangat ideal adanya tempat pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Ia mengatakan, ada 4 setingkat perguruan tinggi tapi pemetaan potensi yang dapat digali dan dikembangkan, masih buram. "Studi banding penting tapi lebih penting mendatangkan ahli untuk mendidik lebih banyak GM," jelasnya.

Ia menunjuk ada puluhan komunitas milenial tapi belum dirangkul pemangku kepentingan. "Padahal, yang namanya milenial itu memiliki potensi dan sebagai 'penentu' keberhasilan pembangunan SDM. Jangan sampai bonus demografi justru jadi 'petaka' karena tidak diberhasilgunakan," tambah Darwin Dalimunthe sambil mengatakan di banyak negara di dunia, bonus demografi memberi dampak positif karena diberhasilgunakan.

Dicontohkannya Tiongkok, Korea Selatan dan Singapura plus Malaysia. "Jangan sampai bonus demografis di Labuhanbatu terlewat momentumnya," tegasnya sambil menunjuk sejumlah kaum milenial yang berada di timnya. "Ini para milenial yang jago bahkan dalam fasi ahli teknologi digital. Kami saling sharing dan memperkuat," tunjuknya.

Menurutnya, pihaknya melakukan pembinaan dan pemberdayaan GM dengan sistem kanvasing. Mengetuk dan mengajak dari pintu ke pintu agar tingkat partisipasi GM semakin meningkat. (Rel/R9/t)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments