Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

Golfer Hayun Hikma Hayu, TKW Harumkan Nama Bangsa

Minggu, 30 Maret 2014 19:03 WIB
Medan (SIB)- Ada golfer muda yang jadi perhatian publik dalam Turnamen Golf Caddy dan Karyawan se-Sumbagut  di  Bukit Barisan Country Club (BBCC) Jalan Medan-Pancur Batu, Senin, (24/3/2014). Namanya Hayun Hikma Hayu. Meraih gelar The Best Gross Putri. Prestasinya itu diapresiasi Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Aceh Mbelin S Brahmana dan pengurus PGI Pusat Purnama David Napitupulu Br Sitompul.

Dalam pertandingan tersebut, Hayun terdaftar dari Malaysia setelah mencatat gross 89. Selain itu, Hayun pun meraih longest drive woman dengan jarak 150 meter. “Aku risi kalau dikatakan dari Malaysia. Darahku asli Indonesia. Sungguh,” tandas Hayun didampingi sejumlah golfer Indonesia termasuk Ketua Panpel Ruslyadi, Manajer BBCC Farida Fong. “Aku harus mengharumkan tanah tumpah darahku!”

Atas prestasi itu, Purnama David Napitupulu Br Sitompul mengatakan, PGI sedang mencari golfer muda yang punya semangat baja karena semakin hari semakin sedikit golfer. “Prestasi Hayun sangat dibanggakan karena sudah punya kemampuan mengukir prestasi dari pekerjaannya sebagai caddy. Semua pengurus PGI diharapkan membina golfer muda,” tandas fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) itu sambil mengatakan kehadirannya di daerah ini pun dalam upaya menemukan atlet golf muda.
***

Bermodal tekad itu, Hayun melangkah dengan segala ambisi dan hasrat positif. Terlahir di Pematangsiantar pada 3 Desember 1995 dari pasangan Ahmad Tauhid - Rahayu. Menimba ilmu di SD Inpres daerah kelahirannya di Perkebunan Bah Birong Ulu, melanjut ke SMP Islam di tempat yang sama dan masuk ke SMKN 1 Pematangsiantar. Sejumlah cita-cita terhenti karena Hayun menjadi tenaga kerja wanita (TKW) ke Malaysia. “Maunya sekolah yang tinggi-tinggi sih tapi kan banyak hal yang harus dihadapi. Kenyataannya, yah... harus kerja.”

Bekerja sebagai caddy di Golf Sultan Abdul Aziz Club, banyak suka dukanya. Meski demikian, Hayun tak mau sekadar kerja. Baginya, kerja juga belajar. Itulah sebabnya, di jeda rutinitas mencari rejeki, Hayun belajar mengayunkan tongkat golf.

Semula merasa olahraga tersebut butuh biaya mahal. Mulai dari pengadaan stick hingga mencari lapangan. Hayun menyiasatinya dengan mendekati pemain golf dan minta diajari termasuk meminjam tongkat olahraga dimaksud. “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan,” kenang Hayun tentang usahanya dalam mengasah kemampuan untuk kegiatan yang kerap digolongkan untuk kelompok the have tersebut.

Selesai kontrak di berkarier di lapangan golf untuk kalangan borju tersebut, Hayun memilih melanjutkan pekerjaan serupa di Tropicana Golf. “Yang namanya caddy, tetaplah cara kerja dan sistem kerjanya sama. Tapi, sebagai orang yang punya cita-cita, harus majulah,” kenang Hayun tentang keberaniannya berhenti bekerja di negeri orang sebagai TKW dan kembali ke Tanah Air.

Pulang dari negeri tetangga, Hayun tak hanya membawa hasil kerja tapi pengetahuan menjadi golfer yang baik. “Belum...belum baik tapi harus menjadi terbaik minimal dalam ukuran kemampuanku,” tandasnya sambil mengatakan prinsip hidupnya harus belajar terus. “Aku juga ingin para TKI khususnya perempuan, tak hanya mengandalkan keahlian pas-pasan. Ada kesempatan, belajar dan tunjukkan yang terbaik!”

Meski meraih gelar The Best Gross Putri dalam turnamen yang keduakalinya digelar, Hayun mengaku belum puas. Meski mengungguli golfer dari 13 klub yakni — Rumbai Riau, Banda Aceh, Langsa, Lhokseumawe, Bireuen, Rantau Kuala Simpang, Bah Jambi,  Pangkalan Brandan, Tanjung Morawa, Graha Helvetia, Royal Sumatera, Martabe dan tuan rumah BBCC — sejumlah cita-cita masih menggantung di benaknya. Salah satunya, ingin menjadi golfer profesional bahkan membawa nama Indonesia ke tingkat internasional. “Mudah-mudahan...harus bisa!” (r9/h)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments