Minggu, 25 Agu 2019
  • Home
  • Sinar Remaja
  • Globalisasi Digital, Milenial Butuh Kolaboratif Vokasi Berlandas Moral

Globalisasi Digital, Milenial Butuh Kolaboratif Vokasi Berlandas Moral

admin Minggu, 21 Juli 2019 14:37 WIB
SIB/Dok
Quality Time: Abraham Partogi Silalahi dan Josua Tampubolon bersama guru Methodist 1 Medan Cerolina Simanjuntak berdiskusi. Duet sahabat karib sejak remaja tersebut memanfaatkan pertemuan sebagai quality time untuk saling sharing.
Medan (SIB) -Dunia masuk ke fase kompetisi sumber daya manusia (SDM) berbasis digital. Individu yang menguasai teknologi informasi, diprediksi memenangi tapi akan 'rapuh' bila tanpa pondasi moral religi yang kuat. Karenanya, selain kemahiran vokasi, kaum milenial pun harus punya moral teruji.

Demikian diutarakan Abraham Partogi Silalahi dan Josua Tampubolon di Hotel Lee Polonia Medan, Sabtu (20/7). Dua sahabat karib berlatar kemahiran vokasi dan religi itu memastikan, keseimbangan hidup hanya didapat dari kualitas rohani dan SDM.

Abraham Silalahi mengutarakan, SDM berdasar vokasi langsung terkoneksi dengan link and match karena kebutuhan di tengah masyarakat sebagai demand dan lembaga pendidikan sebagai supply jadi tersambung. Pria mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN Jakarta tersebut menunjuk pada pengalamannya menimba ilmu yang dipenuhi praktik atau yang populer disebut vokasi.

"Ketika selesai studi, sudah memiliki pengalaman yang langsung siap terjun ke masyarakat," tambah pria yang akrab disapa Bram tersebut. "Tapi diikuti dengan pelayan di altar sebagai bagian dari pengentalan iman!"

Josua Tampubolon melakukan hal serupa. Ia menimba ilmu agama. Menyinerjikan dengan kemampuannya bermusik, selain di bangku kuliah, ia 'praktik' di altar gereja. "Kesannya seperti entertainment karena perjalanan dari satu kota ke pulau lain bersama para artis religi. Di situlah vokasi dan penebalan iman berlangsung alami," ujar mantan rocker cilik yang dibina Pdt Jack Marpaung tersebut.

Bram dan Josua mengatakan, SDM vokasi sangat dibutuhkan dalam mempercepat meraih kesejahteraan dan mengungguli bangsa lain. Sesuai data Kementerian Tenaga Kerja, 40 persen dari 130 juta orang usia kerja, berlatar belakang pendidikannya SD. "Pendidikan vokasi jadi primadona beriringan dengan pendidikan formal," ujar Bram.

Pengagum Joko Widodo dan Sri Muliani Indrawati itu mengatakan, kualitas SDM vokalis memengaruhi grand design Presiden terpilih pada Pilpres 2019 seperti diutarakan di SICC Bogor, Minggu (14/7). "Di sana ditekankan bagaimana harus produktif dengan vokasi dan tiap individu sama-sama berinovasi. Cara itu membuat Indonesia memiliki daya saing dan fleksibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan di dunia," kutip Bram. (R9/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments