Rabu, 19 Jun 2019

Ganti Corat-coret dengan Menyumbang Seragam Sekolah

admin Minggu, 28 April 2019 16:47 WIB
SIB/Dok
SUMBANG PAKAIAN: Seusai UNBK 2019, pelajar SMP Methodist Tanjungmorawa mengumpulkan seragam sekolah untuk disumbangkan. Kegiatan sosial mengganti aksi coratcoret yang tren di lingkungan kids era now.
Tanjungmorawa (SIB) -Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 di lingkungan Perguruan Methodist Tanjungmorawa, Deliserdang berakhir. Ketika sebagian pelajar merayakan berakhirnya menggunakan seragam putih-biru dan abuabu dengan corat-coret, siswa di sekolah yang mengusung tagline #SchoolOfCharacter itu justru apel di lapangan sekolah.

Setelah upacara yang diisi nasihat, seluruh pelajar membuka uniformnya. Kepala Sekolah SMP Methodist Tanjungmorawa Drs Poltak Silitonga dan Kepala Sekolah SMA Methodist Tanjungmorawa Resien SE MPd mendampingi siswanya melipat baju dengan rapi. "Daripada dicoret, lebih baik dihibahkan pada pihak yang membutuhkan," imbau Sri Tanjung, bagian kesiswaan yang meminta siswa berkontribusi dalam kepedulian sosial.

Ajakan tersebut diiyakan. Sebelum aksi sosial, siswa diminta memakai t-shirt sekolah.

Sebelumnya, hal serupa pun dilakukan siswa SMA. Bedanya, saat pra-UNBK, pelajar diminta mengenang masa-masa indah di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut dilanjut dengan bersih-bersih lingkungan dengan sasaran rumah ibadah.

Pimpinan perguruan Nahesjoen memberi dukungan karena aksi positif melatih kepekaan sosial pelajar. Berakrab ria dengan lingkungan menumbuhkan rasa kebersamaan. Mulai dari bersama dengan pedagang jajanan, penarik becak atau peminta yang kerap berada di simpang menuju sekolah. "Kami bersama-sama minta dukungan agar UNBK berlangsung sukses. Bersamaan itu membagi bingkisan kecil seperti camilan," cerita fotografer Karnadi Lim.

Pekerja sosial itu mengatakan, sangat mendukung langkah positif dari pelajar di Tanjungmorawa tersebut. "Kiranya, sekolah lain pun berinisiatif demikian. Minimal, memberi ajaran pada generasi muda untuk tidak mengisi waktu dengan kegiatan positif serta melatih jiwa sosial," tambah Karnadi Lim.

Menurutnya, dari ukuran material, masih sedikit tapi dari nilai keikhlasan dan kepedulian, luar biasa besar. "Di kemudian hari, kegiatan kecil itu dapat ditingkatkan," tutup Karnadi Lim. (T/R9/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments