Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

Game Online Dorong Remaja Percaya Diri dan Berani Ambil

Minggu, 16 Maret 2014 21:51 WIB
Sydney (SIB)- Direktur Pusat Riset Young and Well, Australia Profesor Jane Burns mengatakan pada  tahun 2008 lalu, anak-anak remaja menghabiskan waktu 1,9 jam untuk bermain game online sehari. Dan sekarang waktu yang mereka habiskan untuk bermain game online menlonjak menjadi rata-rata 2.5 jam per hari. "Bagi sebagian orang hal itu dianggap sebagai suatu masalah, kalau mereka mendapati anak-anaknya bermain game online lebih lama dari yang seharusnya. Jadi muncul pertanyaan bagaimana sebenarnya yang seimbang dan apa yang harus dilakukan untuk itu."

Profesor Burns juga  mengatakan 1 sampai 3 persen orang muda dapat didefinisikan sebagai kecanduan internet dan kebanyakan dari mereka bermain game secara online dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan cara yang tepat. "Saya pikir untuk setiap teknologi baru orang mulai mempertanyakan apakah ini baik atau buruk, apakah ini akan menghancurkan masyarakat. Teknologi ini boleh digunakan atau tidak dan orang tua sering kali membicarakannya untuk mendapatkan keseimbangan yang tepat," katanya seperti disitat dari Kompas.Com.

Pimpinan Laboratorim Riset Game dan Rancangan Interaksi di Fakultas Teknologi, Universitas Queensland Dr Daniel Johnson mengatakan ada banyak alasan mengapa remaja gandrung dengan permainan online.

Dampak dari ketergantungan terhadap game online menimbulkan kecemasan, depresi dan agresi. Tetapi Dr Daniel Johnson menegaskan, permainan komputer juga bermanfaat bagi sebagian orang. “Ada kaitan antara permainan komputer online dengan penurunan kadar stress dan meningkatkan mood. Video games menciptakan perasaan yang penting mengenai kemampuan diri dan kemampuan untuk mengambil keputusan. Dalam beberapa kasus bahkan bisa juga berkaitan dengan tingkat kerentanan dan juga perasaan keterkaitan.  Ada banyak kalangan yang mendukung pemikiran itu karena ketika kita bermain dengan orang lain kita akan terhubung dengan berbagai bentuk makna!”

Meningkatnya keprihatinan orang mengenai penyalahgunaan teknologi di Asia telah mendorong banyak orang tua mengirim anak-anaknya ke pusat rehabilitasi untuk menghilangkan ketergantungan tersebut.

Salah satu dokumenter berjudul Web Junkies menceritakan penanganan ala militer di Beijing yang dirancang untuk menghilangkan perilaku ketergantungan anak-anak remaja kepada permainan game online.

China merupakan salah satu negara yang pertama kali di dunia melabelkan ketergantungan terhadap internet sebagai gangguan kesehatan klinis.
Menanggapi hal itu Dr Johnson yakin para orang tua banyak  yang kelewat khawatir dengan seberapa banyak anak mereka menghabiskan waktu dalam bermain game online. "Jika anda termasuk orang tua  yang  merasa khawatir, bicaralah pada anak anda, dan cari tahu mengapa mereka bermain online, apa pengalaman mereka ketika  bermain game itu, dengan siapa mereka bermain dan bagaimana dampak permainan itu terhadap diri mereka,” sarannya sambil menilai bermain video games lebih dari 8 jam dalam sepekan tampaknya tidak bermasalah.

Memerhatikan kondisi yang terjadi di hampir kota di Indonesia, Fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kesatuan Perempuan Partai Golkar Purnama D Napitupulu Br Sitompul dan fungsionaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut Drs Kisharyanto Pasaribu serta fungsionaris Kohati Nuzuliati Madjidse SE MSi mengatakan kecanduan bergame online sangat tidak baik. “Manfaatnya dimaksimalkan tapi dampak negatifnya, ditekan seminimnya,” tandas Purnama Sitompul saat memberi masukan pada siswa di lingkungan Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Immanuel, Akademi Teknologi Indonesia Immanuel dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Immanuel.

Sama seperti ditegaskan Purnama Sitompul, Kisharyanto Pasaribu mengatakan meski dalam game online kecenderungan remaja bermain dengan komunitasnya, harus ada pendampingan atau konseling dari pihak yang punya kompentensi. “Pengarahan maksimal,” ujar pria yang belakangan fokus pada pengabdian sosial kemasyarakatan.

(t/radioaustralia.net.au/r9/c)


T#gs OnlineRemaja
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments