Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

Film Box Office Isi Libur Pergantian Tahun

redaksi Minggu, 29 Desember 2019 20:41 WIB
m.fimela.com
Ilustrasi
Jakarta (SIB)
Meninggalkan libur Natal 2019, bioskop di Indonesia menyiapkan film box office. Film laris tersebut pemutarannya bersamaan dengan bertema Natal yang didominasi produk Hollywood tersebut beragam pendekatan. Satu yang masih ditayang adalah Last Christmas.

Berikut nukilannya:
Spies in Disguise
Film Blue Sky pertama yang didistribusi Disney diangkat dari kartun pendek karya Lucas Martell yang rilis pada 2009, 'Pigeon:

Impossible'.
Bercerita tentang perjalanan agen mata-mata internasional profesional asal Amerika Serikat bernama Lance Sterling (Will Smith) dan ilmuwan Walter Beckett (Tom Holland) dalam misi penyelamatan dunia.

Star Wars
Meski tiap negara beda memberlakukan tata pemutaran, namun 'Star Wars: The Rise of Skywalker' menjadi primadona. Tontonan kali ini menandai akhir dari trilogi sekuel dan kisah Skywalker dan menjadi penutup epik dari saga yang sudah hadir selama 42 tahun.
Habibie & Ainun 3

Didedikasikan untuk mengenang kisah cinta pasangan sehidup semati, Bacharuddin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun Habibie. Semasa hidupnya, Presiden RI ketiga tersebut memang selalu bersemangat saat menceritakan kisah masa muda belahan jiwanya.
Film berkisah mengenai perjalanan hidup Ainun ketika muda. Dimulai saat SMA pada 1953 sampai 1958, Ainun (Maudy Ayunda) dikenal sebagai perempuan yang cerdas dan menjadi primadona para lelaki. Bahkan ketika menjadi mahasiswi di Fakultas Kedokteran, Ainun merupakan idola para pria. Sayangnya, menjadi minoritas di jurusan kedokteran membuat Ainun berusaha membuktikan kemampuannya.

Imperfect
Sukses dengan 'Cek Toko Sebelah' (2016), 'Susah Sinyal' (2017), 'Milly & Mamet' (2018), komedian Ernest Prakasa bersama istri Meira Anastasia memroduksi film yang fokus pada isu body shaming dan penerimaan diri yang sering diterima para perempuan.
Si Manis Jembatan Ancol

Diadaptasi dalam bentuk film oleh sutradara Anggy Umbara tapi kali ini tak hanya menampilkan hantu legendaris Maryam, tetapi juga mengangkat isu dan hak-hak perempuan pada budaya patriakis.
Sejumlah bintang muda seperti Indah Permatasari (Maryam) dan Arifin Saputra (Roy) digabung dengan artis awal pemerannya pada 1993, yakni Ozy Saputra. Bedanya dalam film ini Ozy tidak berperan sebagai Hantu Gundul, melainkan sebagai sosok rentenir jahat. (T/R9/q)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments