Jumat, 29 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

Cerpen

Dua Malaikat Tak Bersayap

karya Pahmi Idris Rambe - SMAN 2 Rantau Selatan
redaksi Minggu, 08 Desember 2019 18:17 WIB
megapolitan kompas
Ilustrasi
Keanu? Hampir tak percaya Riri melihat telepon masuk di smartphonenya dari Keanu. Ia pun menyesal sendiri, kenapa masih tersimpan di boxnya nama itu? Padahal, ah... kan sudah dihapus sejak tamat SMA dulu?
Bunyi panggilan dilewatinya, tapi langsung masuk chat. Isinya semakin menakutkan: 'aq dah di butiqmu'. Mau pingsan rasanya ketika mendongakkan kepala ke arah pintu, sosok lelaki sudah mendorong pintu kaca.
Riri sudah dalam posisi terjepit. Mau sembunyi, tak mungkin karena sedang leyeh-leyeh di kursi malas yang menghadap ke pintu.
Saat lelaki itu terus menerobos, Riri menyetop dengan ujung jari diletakkan di bibirnya.
"Aku bawa ini. Khusus kupesan dari Belanda," ujar Keanu sambil meletakkan hand bouquet berisi tulip warna-warni.
"Aku sedang tak butuh..."
Keanu tak peduli. Ia tetap melangkah dan mendekat Riri. Sorot matanya tak pernah henti dari wajah perempuan mantan teman sekolah itu hingga membuat Riri risih.
"Aku ingin kau berdamai dengan hatimu, Ri," ujar Keanu, yang membuat Riri jadi malu. Entah mengapa, Keanu selalu memilih kata-kata yang pas dengan perasaan hatinya.
Hati Riri saat ini masih seperti sedia kala. Gundah dan susah. Sejak sepeninggal Bryan, tak ada lagi semangat hidupnya. Jika boleh memilih, ia ingin mengakhiri perjalanannya di Bumi. Ikut dengan Bryan. Tetapi, ah... sudahlah.
Meski memaksa diri untuk menerima apa yang terjadi, tapi sungguh tak bisa melupakan sedih duka. Kehadiran Keanu justru membuka kenangan pada Bryan.
Bryan dan Keanu adalah sahabat dekat. Sama-sama satu kelas. Sama-sama memiliki ketampanan dan kepintaran. Hmm sama-sama disukai Riri tetapi perempuan itu jadi condong pada Bryan karena pria anak satu-satunya dalam keluarga itu memiliki hobi serupa yakni berpesta.
Beda dengan Keanu yang suka dunia malam tapi dalam mengasah kualitas musikalisasinya. Keanu pemain saksofon handal. Kreativitasnya di dunia musik diakui penikmat industri hiburan.
Meski tiap hari keluar malam dan pulang pagi, membawa hasil. Tabungannya jadi gemuk. Ia selalu berbagi dengan Riri. Mulai dari sekadar mengajak makan hingga memberi hadiah.
Sudah berapa banyak parfum dihadiahinya pada Riri. Aroma tubuh Riri adalah wewangian pemberian Keanu. Tapi, Riri kadung suka pada Bryan.
Setamat SMA, Riri dan Bryan makin dekat. Bila jelang akhir pekan, pasti menikmati gemerlap dunia malam. Pulangnya pagi hari bahkan siang. Kadang sampai awal pekan.
Terlalu sering, membuatnya semakin larut hingga lupa. Satu malam, naas tak dapat ditolak. Ia tak dapat mengontrol diri mengonsumsi zat-zat yang merusak.
Nyawanya tak tertolong. Riri menyesal, kenapa malam itu tak ikut ajakan Bryan. Mengapa malam itu tak membaca tanda-tanda yang diberikan Bryan.
Sejak sepekan sebelum kejadian, Bryan selalu mengajak Riri memakai baju hitam. Alasannya, dengan busana serba hitam kelihatan lebih seksi. Bahkan sehari sebelum malam naas, Bryan bilang hitam adalah keabadian.
Riri sama sekali tak menduga bahwa malam itu memang menjadi malam keabadian Bryan menemui Sang Khalik.
Sejak kematian itu, Keanu kembali mendekati Riri. Seberapa banyak Keanu datang, sebegitunya ditolak Riri tapi pria yang kini jadi produser itu tetap tak peduli. Seperti saat ini. Selain memberi kembang juga menghibur Riri dengan tiupan saksofonnya.
Tetapi sejujurnya, dari lubuk hati terdalam, Riri merasa ada secercah hiburan didapatnya dengan ragam nasihat Keanu. Apalagi tiupan saksofonnya yang mendayu. Meski membawa luka, tapi bersamaan pula menghiburnya.
Dukungan dari orangtua Riri pun ada. Sejumlah saran dan nasihat dialamatkan pada Riri untuk move on. Soalnya, kehidupan harus terus berputar. Harus terus diisi.
Orangtua melihat dalam diri Keanu ada tanggung jawab. Riri pun mencoba memahami langkah Keanu. Hanya saja setiap ia ingin mengangguk, hatinya menolak. Mata hatinya melihat Bryan di sisi Keanu.
Riri sudah coba 'permisi' dengan rutin berziarah tapi masih belum bisa. Bahkan Keanu sudah berapa kali berziarah bersamanya, namun belum dapat melupakan Bryan.
Setiap kali pergi ngemal bahkan wisata dengan Keanu, yang muncul di pikirannya adalah Bryan. Rasanya, ada bayang putih seperti malaikat yang menyerupai Bryan hadir.
Riri jadi heran sendiri. Hatinya sungguh sudah menerima Keanu sebagai malaikat pendamping tapi di sisi lain malaikat yang sudah 'pergi' masih hadir. Terus hadir. (f)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments