Selasa, 26 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

Di PA 'Terima Kasih Abadi', Natal Itu Abadi

redaksi Minggu, 22 Desember 2019 18:50 WIB
SIB/Dok
Medan (SIB)
Keluarga besar Panti Asuhan (PA) 'Terima Kasih Abadi' Jalan Pengayoman Ujung, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Jumat (20/12) merayakan Natal bersama. Bertema Lihat Anak Domba Allah (Yoh 1: 29). Meski intern namun sejumlah tetamu manca negara hadir. "Kita bersuka demi memuliakanNya," ujar Pembina Bishop Dr F Zendrato MPdK.

Menurutnya, makna sesungguhnya Natal adalah pengorbanan dalam kasih seperti yang ditunjukan Yesus Kristus, lahir dan matiNya untuk menebus dosa manusia. "Kami di sini memaknai Natal yang abadi dalam berbagi dan memuliakanNya," tambah Ketua Nasional Gereja Tuhan Di Indonesia (GTDI) tersebut didampingi Ketua Panitia Ev Dr Meirince EH Simangunsong MTh, Sekretaris Ev Rosniari Halawa SPd dan Bendahara Pdm Faseli TN Zendrato MPsi Psikolog serta tokoh muda Kristen Boaz Joy Zendrato yang berulang tahun.

***
Di PA yang didirikan Bishop Fasa Aro Zendrato pada 1981 tersebut berkumpul anak-anak dari latar tak memiliki orangtua. Jika pun ada, dari keluarga tak mampu. Tujuan mendirikan, waktu itu, menampung anak-anak daam posisi sebagai domba Allah. Sejak 2004, fokus penampungan anak adalah mendidik agar menjadi generasi religius yang beakhlak gereja dan diberkatiNya. "Warga di PA tidak beroleh bantuan dari institusi resmi yang ada di negara tercinta. Artinya, kami 'mencari' dan apa yang diberi, dinikmati bersama," jelas Bishop yang kini menjadi orangtua dari 140 warga PA.

'Banjir' warga terjadi ketika gempa dan tsunami melanda Nias dan Aceh. Korban bencana alam seperti 'bah'. Meski susah namun pengasuh bersuka karena menyelamatkan anak-anak dari ketidakpastian dan kepasrahaan. "Sekarang, mereka sudah mandiri, berkarya dan berkarier di seluruh bidang yang dapat dikerjakan demi memuliakanNya," tambah Bishop.

Sama seperti hari-hari lalu, yang menjadi tanggung jawab pengelola adalah menyekolahkan warga PA dengan target minimal sampai sekolah menengah atas. Pengelola pun 'mengemis' pada sekolah-sekolah terdekat atau siapa saja yang berkenan menampung anak-anak dengan biaya subsidi. "Syukur kalau biasa sekolah dibebaskan pihak yayasan," ujar Bishop.

Selain itu, yang juga harus, menyiapkan makanan biologis. Pengelola wajib mengadakan makan minum dan enerji tiap hari untuk seluruh warga dan pengasuh. "Pengasuh tidak ada jemu atau beristirahat sedikit pun sebelum makanan itu ada," ujarnya sambil mengatakan dengan Natal yang abadi itu menjadikan seluruh pengelola kuat dan teguh.

Baginya, Natal adalah rahmat. Di hari besar tersebut, selain tugas dan tanggung jawab seperti di atas, pun mengupayakan busana baru demi menghadirkan keriangan di hati. "T-shirt baru pun satu anugerah yang luar biasa bagi warga PA 'Terima Kasih Abadi'," jelasnya.

Peraturan ketat yang diterapkan, tiap hari 24 jam warga punya agenda yang muaranya mencetak pribadi mandiri dan berakhlak religi sebagai sahabatNya. Bila tamat SMA, harus meninggalkan PA dengan catatan sudah mandiri. Komunikasi pada alumni terus dibangun. "Kami berterima kasih pada donatur hingga PA 'Terima Kasih Abadi' tetap berdiri, berpegang padaNya," tutup Bishop Dr F Zendrato MPdK. (R9/c)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments