Sabtu, 04 Apr 2020

Berpacu dengan Waktu, Membelah Dunia Beku

Curhat
Minggu, 09 Februari 2020 19:33 WIB
id.lovepik.com

Ilustrasi

Malam itu gelap gulita. Jalanan antara Kwala Begumit, Langkat - Payaroba, Binjai, sepi. Suara jangkrik dan laron yang menampar wajah, semakin membuat kelam. Medan yang dilalui tergolong darurat. Soalnya tak ada aspal karena jalan terbuat dari timbunan sertu dan batu.

Masih ada sih sisa-sisa aspal yang usianya mungkin sudah sedasa warsa. Ada rasa khawatir untuk melanjutkan perjalanan. Bukan takut pada kejahatan manusia seperti rampok atau kerennya begal, tapi binatang buas.

Sebagai driver ojol, aku bersiasat. Mengharap ada gerobak atau kendaraan besar agar kuikuti sebagai kompas. Hup, benar juga.
Dari jauh sudah ada sorot lampu. Aku merendahkan kecepatan. Kutunggu kemudian kuikuti gerobak tersebut. Harapannya, terus membuntut. Tetapi, ia membelok ke lokasi yang tertutup seng.

Aduh... sekelilingku jadi semakin gelap. Soalnya baru saja menikmati terang. Sambil memacu laju kendaraan, aku mulai berpikir macam-macam. Mulai dari bagaimana caranya menghadapi orang jahat jika tiba-tiba segerombol manusia mengeroyok.
Rasanya, di belakangku sudah ada orang yang kukhawatirkan. Sekejap saja, tubuhku terlempar. Mulanya keningku tertancap di benda keras.

Aku baru sadah ketika keluarga sudah berada di sisiku saat di rumah sakit. Dari dokter aku tahu bahwa aku menabrak truk berhenti.
Sepedamotorku hancur. Helm terlempar entah ke mana. Lebih tepat karena lebur tak berbentuk lagi. Kepalaku pecah karena di kening tertancap besi bersumber dari gerobak.

Meski kondisi parah, dokter memuji fisikku yang kuat. Walau darah tercecer tapi masih kuat untuk operasi.
Di ICCU, antara sadar dan tidak, aku dengar orang teriak-teriak karena kehilangan keluarganya. Aku jadi takut. Ngeri, seolah giliranku sudah dekat.

Aku ngotot sama dokter untuk segera meninggalkan ruang yang penuh misteri. Setelah ngotot-ngototan, dokter mengizinkan dengan catatan bila ada dampak, di luar tanggungannya.

Aku mulai pulih dan sembuh di luar perhitungan. Aku kembali menjadi driver ojol. Begitulah hidup dengan perjuangan, pasti ada konsekuensinya. (f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments