Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

Curhat

Apakah Jomblo Berarti Gak Laku

(Saipul Bahri Ritonga ~ SMAN2 Rantau Selatan, Rantauprapat)
Minggu, 06 April 2014 21:25 WIB
Aku diejek lagi. Percuma berwajah ganteng kalau gak punya gandengan. Dulu, bagiku jomblo bukan halangan. Tapi ketika tak hanya sepuluh kawanku, bahkan mungkin seratus cewek mengolok aku sebagai pria yang diragukan kejantanannya, aku mulai risih dengan status sendiri.

Di sekolahku ada cewek. Namanya Desy Anggraini. Orangnya baik hati. Sudah cantik, pintar pula. Yang paling membanggakan darinya, orangnya tak sombong. Diajak bicara, nyambung.

Gak sulit menggapai hatinya. Apalagi selama ini aku dan dia sudah berteman baik. Aku selalu nyontek pelajaran darinya. Desy pun suka sekali berbagi ilmu. Pada siapa saja, termasuk aku.

Aku sudah mencocok-cocokkan diri dengan Desy. Didorong ejekan kawan-kawan, aku memberanikan diri ‘nembak’ Desy. Mendengar ucapanku, betapa terkejut Desy. Ia mengaku sudah tak minat padaku karena ketika pertama suka, aku cuek saja padanya. Tetapi karena kuyakinkan bahwa kali ini aku serius, Desy menganggukkan kepala.

Duhai, betapa senangnya aku. Dan apa yang terjadi, langsung kupublikasikan. Lewat jejaring sosial, dan kuhalo-halokan pada seluruh kawan. Bahkan dengan gegap gempita serta langkah tegap kami tetap berdua jika rehat sekolah.

Tetapi ketika berduaan malam Minggu pertama setelah jadian, aku mendapat ganjalan. Desy itu ternyata orang yang disiplin. Meski berduaan, di tangannya tetap melekat iPhone dan brosing pelajaran. Ketika kuminta fokus pada pertemuan kami, Desy marah.

Setiap kali kuminta hal serupa, Desy makin marah. Alasannya, sesuai amanah orangtuanya, tak boleh meninggalkan pelajaran. Soal pacaran, nomor ke sekian?

Lama-kelamaan aku pun tertular. Meski berdua, tetap fokus ke pelajaran. Kondisi ini membuatku tak nyaman pacaran. Apalagi aku mulai cemburu dengan cerita kawan-kawan. Rekan-rekan punya pengalaman romantis saat malam Minggu. Aku... cuma berkisar pelajaran tanpa kesan.

Karena sama-sama punya pendirian, aku memilih untuk menamatkan hubungan yang baru terjalin. Tetapi kami masih tetap berteman. Bahkan makin kompak.

Mengetahui hal itu, kawan-kawanku semakin mengejek. Kupikir, apakah jomblo berarti gak laku.

Nanti sajalah pacarannya. (r)

T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments