Rabu, 19 Jun 2019
  • Home
  • Sinar Remaja
  • Antisipasi Jadi Asosial, Aplikasi Positif Harus Isi Smartphone Kids Era Now

Antisipasi Jadi Asosial, Aplikasi Positif Harus Isi Smartphone Kids Era Now

admin Minggu, 21 April 2019 14:46 WIB
Drs Erison Sitorus MKom MTh
Medan (SIB) -Pimpinan Perguruan Methodist 7 Jalan Madong Lubis Medan Drs Erison Sitorus MKom MTh mengatakan, apapun alasannya, warga dunia tidak bisa (lagi) dipisahkan dari teknologi. Dalam kaitan menambah kualitas, seluruh anak bangsa, khususnya generasi muda, semakin ke depan kian lengket dengan teknologi digital tersebut. Plusminusnya ada.
Jika fokus pada HP dan smartphone, kids era now bisa menjadi asosial. "Maksudnya, bila kecanduan pada peranti canggih itu dapat membuat anak asosial karena memrioritaskan dunia maya ketimbang lingkungan sosial. Antisipasinya, gadget harus diisi dengan aplikasi positif dengan konten membangun serta produktif," ujarnya di jeda peringatan setahun Yayasan Daun Palem Indonesia di Medan akhir Maret 2019. Kegiatan diikuti rapat menyeluruh seluruh guru dan pimpinan mencakup Perguruan Methodist 7 dan Perguruan Methodist 12 Medan.

Konsultan dan ahli teknologi informasi itu mengatakan, pemakaian gadget dan pemanfaatan media sosial menjadi kebutuhan (utama) kids era now karena memiliki daya tarik tak terbatas khususnya dalam sarana interaksi. Tetapi, bila tidak didampingi, anak menjadi asosial dan menghambat pertumbuhan psikologis di kemudian hari. Pasalnya, anak menjadi malas melakukan aktivitas luar rumah dengan adanya games-online, misalnya.

Mengetahui dampak tersebut, Erison Sitorus menggalakkan pengajaran bertema literasi sosial media untuk kids era now pada seluruh siswa di lingkungan Methodist 7 Medan. Persoalannya, ujarnya, melarang anak memakai smartphone tidak mungkin dilakukan karena menyebabkan menjadi labil secara psikologis dan sosial. "Artinya, ketergantungan pada peranti canggih sudah sedemikian dalam," tambah putra tokoh Methodist tersebut.

Ia mengatakan, peran orangtua dan guru sangat besar dalam memberikan bimbingan agar mampu membatasi diri. "Di sekolah justru didekatkan dengan gadget tapi dengan konten positif. Apalagi sudah mengadopsi komputer sebagai bagian belajar sebab Methodist 7 Medan ikut menerapkan ujian berbasis komputer," tambahnya.

Menurutnya, guru di posisi terdepan dalam mengakrapkan kids era now pada konten positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi anak. "Orangtua siswa sebagai stakeholder pada lingkungan anak pun wajib memahami cara membentengi kids era now pada konten positif hingga bermain gadget dengan sehat," jelas Erison Sitorus sambil memastikan setelah dengan cara itu pasti terlihat perubahan pola pikir anak. "Tentunya, tetap memberi pengajaran dan praktik etika sosial dan moral agama menjadi pelajaran wajib!" (T/R9/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments