Rabu, 03 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Sinar Remaja
  • 'Tolong', 'Terima Kasih' dan Minta Maaf yang Semakin Sulit Dilakukan Kids Era Now

'Tolong', 'Terima Kasih' dan Minta Maaf yang Semakin Sulit Dilakukan Kids Era Now

redaksi Minggu, 12 Januari 2020 19:34 WIB
SIB/Dok
Machruzar
Medan (SIB)
Ada sejumlah kata yang powerful, tiga di antaranya sangat ampuh menunjukkan empati pribadi pada pihak lain yakni 'tolong', 'terima kasih' dan minta maaf. Tetapi seiring perubahan era, kata tersebut jadi terasa sulit diucapkan apalagi di lingkungan kids era now.
Marketing Manager Plaza Millennium ICT Center Machruzar mengatakan itu di akun YouTube 'Leader Talk Handling Complain by Mr Machruzar', Kamis (9/1).

Menurutnya, sulit tidaknya seseorang mengucapkan hal tersebut menampakkan karakternya. Bagi pribadi mandiri, 'tolong' sangat langka kecuali benar-benar tidak mampu mengerjakan suatu hal. Tetapi 'terima kasih' seperti keharusan. Yang paling mahal adalah minta maaf yang sepertinya lebih rumit dibandingkan dua kata sebelumnya.

Sesuai psikologi, kata-kata tersebut cenderung dipengaruhi mood dan emosi tiap pribadi. Tapi, bila memiliki karakter yang terpuji, kata-kata dimaksud mengalir sendirinya. "Misalnya melintas di depan untuk mendahuli, kata-kata tersebut. Faktor gengsi sering menutup adab positif hingga sulit sekali seseorang untuk minta maaf," ujar Machruzar.

Pria familiar kelahiran Pangkalanbrandan, Sumut itu mengatakan, penggunaan kata tersebut di atas menunjukkan empati seseorang pada orang lain. Menurutnya, banyak pihak mengartikan kalau menggunakan maaf memosisikan orang lain sebagai 'pesalah' padahal kata-kata itu sebagai bukti kebesaran hati dan jiwa. "Apalagi jika seseorang benar-benar melakukan kekeliruan yang memosisikan salah, maka minta maaf adalah keharusan," tegasnya.

Milenial dan mungkin orang-orang keseluruhan. gengsi minta maaf maka dapat dilakukan dengan cara yang lebih privat seperti mengirimkan tulisan 'minta maaf' melalui chat, surat atau email. (T/R9/f)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments