Sabtu, 14 Des 2019
  • Home
  • Serbaneka
  • Selama 11 Tahun, Xiang Menenun Rambutnya Jadi Mantel untuk Suami

Selama 11 Tahun, Xiang Menenun Rambutnya Jadi Mantel untuk Suami

Minggu, 02 Februari 2014 12:36 WIB
Beijing (SIB)- Bukti cinta untuk pasangan tak melulu harus mahal, seperti yang dilakukan wanita China bernama Xiang Renxian. Pensiunan guru berusia 60 tahun itu, membuatkan suaminya hadiah mantel dan topi yang ditenunnya sendiri.

Uniknya, material pembuat mantel dan topi tenun itu adalah rambutnya sendiri. Seperti dilansir dari Oddity Central yang dimuat Liputan6.com, Jumat (31/1), Xiang pun menghabiskan 11 tahun terakhir untuk menenun mantel dan topi untuk sang suami tercinta. Berawal dari kecintaan Xiang terhadap rambutnya yang begitu indah, ia pun mulai mengumpulkan rambutnya yang gugur secara alami di usia 34 tahun.

"Saat muda, aku terkenal dengan rambut panjangku yang indah. Dan saat aku beranjak dewasa, aku pun menyadari bahwa keindahan rambutku memudar seperti penampilanku yang menua. Aku kehilangan kemilau rambutku," ungkap Xiang.

"Padahal banyak orang yang iri dengan rambut panjang hitam yang berkilau milikku. Oleh sebab itulah, aku merawatnya, bahkan sampai rambut yang berguguran pun tak kubuang," tambahnya. Xiang pun mengumpulkan rambutnya selama beberapa tahun, tanpa tujuan pasti. Barulah pada tahun 2003, dia memutuskan untuk menenun helai rambutnya menjadi pakaian.

"Aku ingin menemukan cara untuk memanfaatkan rambutku, dan muncul tiba-tiba ide untuk menggunakannya untuk membuat sesuatu bagi suamiku. Butuh beberapa saat untuk menyempurnakan teknik menenunnya, ketika itu aku masih berusia 49 tahun. Setelah aku mengembangkan teknik menenunnya, ternyata benar-benar tidak sulit untuk dilakukan. Anda hanya perlu kesabaran dan banyak waktu," urai Xiang.

Mantel adalah proyek pertama Xiang, dia menggunakan 15 lembar rambut setara satu helai wol standar. Xiang pun mulai pada tahun 2003 dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2008. 5 Tahun lamanya ia menenun sebuah mantel.

Kemudian, Xiang mulai melakukan proyek keduanya yakni topi tenun. Ia menggunakan 20 helai rambut setara 1 helai wolnya. Proyek kedua itu pun selesai pada tahun 2011. "Dibutuhkan kesabaran untuk menghasilkan hasil karya tenun itu. Hanya bisa dilakukan sedikit setiap hari, karena kelangkaan rambut," ungkap Xiang.

Ketika tenun itu selesai, Xiang merasa bahwa mantel itu perlu sedikit sentuhan akhir. Jadi, dia memutuskan untuk menenun namanya dan tanggal penyelesaian pada lengan mantelnya dengan rambut putih. Dia pun harus menunggu sampai akhir tahun 2013, untuk mengumpulkan cukup rambut abu-abu alias uban untuk membuatnya.

Menurut penuturan Xiang, dirinya telah mengumpulkan banyak rambut gugur. "Lebih dari 11 tahun, aku menghitung semua rambut yang kukumpulkan dan digunakan pada mantel. Jadi aku tahu bahwa aku menggunakan 116.058 helai rambut untuk mantel seberat 382,3 gram dan topi seberat 119,5 gram," jelas Xiang.

Meskipun mantel itu disebutkan sebagai hadiah untuk suaminya, Xiang tidak menjelaskan lebih lanjut. Bahkan, semua gambar menunjukkan pose dirinya dalam mantel hitam dan topi tenun rambutnya. Mungkin sang suami pemalu, maka ia yang berpose untuk media.

"Apapun yang terjadi pada rambutku di masa depan, aku sekarang tahu bahwa mantel dan topi rambutku akan selalu ada sebagai pengingat masa mudaku, dan banyak kenangan indah bersama suamiku," tutur Xiang. Meski belum mengetahui apa proyek selanjutnya, namun Xiang yakin dirinya membutuhkan lebih banyak rambut dan pastinya memakan waktu yang lebih lama.

Sebelumnya, ada mantel yang terbuat dari 1 juta lebih helai bulu dada manusia beberapa tahun lalu. Pembuatnya membanderol harga 2.499 poundsterling atau sekitar Rp 37 juta. Harga yang cukup mahal, terlebih karena bulu yang digunakan untuk membuatnya asli. (liputan6.com/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments