Jumat, 20 Sep 2019
  • Home
  • Serbaneka
  • Raup Rp 61 Juta Per Bulan dari Penjualan Popok untuk Burung

Raup Rp 61 Juta Per Bulan dari Penjualan Popok untuk Burung

admin Minggu, 09 Juni 2019 10:57 WIB
SIB/zhuayoukong.com via Asia One
Zheng Han yang meraih pendapatan puluhan juta rupiah dari menjual popok burung.
Beijing (SIB) -Seorang wanita di kawasan timur China dilaporkan bisa meraup pendapatan hingga puluhan juta rupiah dari menjual popok khusus burung. Zheng Han dari Provinsi Jiangsu mendapatkan konsumen mulai dari Australia, Amerika Serikat (AS), Kanada, Singapura, hingga Uni Emirat Arab (UEA). Dilaporkan Beijing Youth Daily via Asia One Selasa (4/6), Zheng mendapatkan penghasilan hingga 30.000 yuan, sekitar Rp 61,9 juta, untuk penjualan popok.

Zheng mengungkapkan awalnya dia merupakan seorang perawat sebelum memutuskan keluar pada 2014 dan memulai usaha dengan mempunyai toko daring di Taobao. Perempuan 25 tahun itu kemudian beralih menjadi penjual kostum untuk burung sebelum mencoba mendesain popok burung setelah seorang teman meminta saran bagaimana menangani kotorannya.

Zheng mengatakan dia memulai pencarian tentang popok burung dan menemukan benda itu ada di AS. "Namun selain desainnya jelek, harganya juga mahal," terangnya. Jadi, dia pun mulai mencoba mendesain sebuah popok yang nyaman dan praktis bagi burung. Produknya dilaporkan dengan cepat membanjiri pasar China. Dia menjelaskan versi yang dijual saat ini sudah melalui setidaknya delapan hingga sembilan modifikasi. Lapisan luar popok itu dibuat dari katun.

Namun untuk lapisan dalam, Zheng memberikan kanvas tahan air dan spons rias. Adapun ukuran popok itu bisa disesuaikan karena menggunakan velcro. Dia mematok harga 20 yuan, sekitar Rp 41.200, per buah jika dibandingkan popok yang dia lihat di AS dengan harga hingga mencapai 400 yuan, atau Rp 825.700. Kini, setiap bulan Zheng mengaku bisa menjual hingga 1.000 popok. Jauh berbeda tatkala dia pertama kali memulai bisnis, di mana dia baru menerima pesanan setiap 3-4 hari.

Usahanya yang mulai lancar membuat Zheng juga memenangkan kepercayaan keluarganya. Ketika keluar dari pekerjaannya sebagai perawat, keluarganya menganggap Zheng tak bertanggung jawab. "Kini, mereka percaya bahwa generasi muda bisa mempunyai kehendak dan pendapat mereka sendiri. Bahkan, mereka kini mendukung saya," terang Zheng. (kps/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments