Senin, 21 Okt 2019
  • Home
  • Serbaneka
  • Perusahaan Minyak Buka Lowongan Penghitung Beruang di Kutub

Perusahaan Minyak Buka Lowongan Penghitung Beruang di Kutub

Minggu, 30 Maret 2014 20:46 WIB
Siberia (SIB)- Pusat Desain dan Riset Artik untuk Pembangunan Lepas Pantai yang berlokasi dekat Kutub Utara tengah membuka lowongan pekerjaan sebagai penghitung beruang kutub di Siberia, Rusia. Langkah itu merupakan bagian dari proyek bersama perusahaan minyak Rusia, Rosneft dan ExxonMobil.

Menurut Dailymail pekan ini, untuk mengisi posisi tersebut dibutuhkan orang-orang yang berani dan tahan banting. Apabila terpilih, hal yang akan mereka lakukan tidak hanya sekedar menghitung beruang, melainkan juga mengambil contoh darah dan memasangkan alat pemantau elektronik di leher beruang betina.

Untuk dapat menuntaskan pekerjaan itu, seseorang harus memiliki penglihatan yang bagus dan tahan terhadap suhu dingin yang bisa mencapai minus 46 derajat celcius. Jumlah beruang kutub yang mereka hitung berada di sekitar 20 hingga 25 kelompok dan tinggal di Laut Kara.

Penghitungan beruang kutub itu merupakan bagian dari proyek yang tengah dikerjakan oleh Rosnef dan ExxonMobil untuk mengeksplorasi minyak di daerah tersebut. Kedua perusahaan minyak itu menganggarkan sebesar US$3,2 miliar atau Rp36 triliun untuk mencari tahu bagaimana cara terbaik mengeksplorasi kekayaan alam di Artik dekat Kutub Utara. Dalam sebuah survei, di bawah Laut Kara terbenam sumber energi dalam jumlah besar yakni 6,2 miliar ton minyak dan 14,6 miliar kubik meter gas alam.

Menurut Kepala Kampanye Arktik Greenpeace, Ben Ayliffe, perlindungan beruang kutub hanya akal-akalan perusahaan minyak untuk tujuan eksplorasi kekayaan alam. Kedua perusahaan itu, kata Ayliffe, mencoba memberikan kesan bahwa proyek mereka ramah lingkungan. Padahal, di mata Ayliffe, kedua perusahaan itu tetap ingin melakukan pengeboran.

Langkah kedua perusahaan minyak itu cukup ironis karena lokasi pengeboran mereka diketahui sebagai tempat yang dilindungi bagi spesies langka. "Apabila Anda melihat kesepakatan yang dibuat oleh Rosneft dan ExxonMobil maka lokasi pengeboran yang sesungguhnya berada di wilayah yang dilindungi," kata Ayliffe.

Di Laut Kara, imbuh Ayliffe, blok yang akan digunakan sebagai lokasi pengeboran seharusnya dilindungi oleh Taman Nasional Rusia. "Area itu seharusnya suci," ujar Ayliffe. Sementara di lokasi lainnya, Pulau Wrangel, yang juga dijadikan lokasi pengeboran, sesungguhnya sudah masuk ke dalam situs dilindungi oleh badan PBB Unesco. Di lokasi tersebut, beruang kutub beranak pinak.

"Sehingga, hal ini begitu ironis bahwa mereka mengiklankan pekerjaan penghitung beruang kutub, padahal sesungguhnya mereka berencana untuk melakukan pengeboran di lokasi pembudidayaan beruang kutub di Artik," tegas Ayliffe. Dia menambahkan bahwa motif dari kedua perusahaan minyak tersebut jelas tidak menghormati prinsip penghijauan. Kemungkinan, juga menjadi proyek pengeboran paling sembrono di dunia.

Ayliffe mengingatkan bahwa ExxonMobil sebelumnya pernah membuat bencana di tahun 1989 lalu, ketika menumpahkan minyak ke pantai Long Beach, California, setelah kapal tangker mereka membentur karang Prince William Sound, Alaska. Akibatnya sebanyak 75 ribu barel minyak mentah tumpah di lautan bagian utara Pasifik hanya dalam beberapa hari. Ayliffe khawatir peristiwa serupa juga akan terjadi di Laut Kara. (vivanews/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments