Senin, 14 Okt 2019
  • Home
  • Serbaneka
  • Muak Jadi Orang Kaya, Mantan Guru Ceraikan Wanita Terkaya di Inggris

Muak Jadi Orang Kaya, Mantan Guru Ceraikan Wanita Terkaya di Inggris

Minggu, 16 Maret 2014 23:36 WIB
London (SIB)-  Tony Hawken (57), seorang mantan guru matematika, memutuskan untuk menceraikan istrinya, Xiu Li (51), yang merupakan wanita terkaya di Inggris. Alasannya, Tony muak menjadi orang kaya. Li memiliki 22 pusat perbelanjaan dan merupakan Presiden dari klub sepakbola Guizhou Renhe yang berada di tiga besar Chinese Super League. Dia masuk dalam daftar orang terkaya versi The Sunday Times dengan kekayaan 1,1 miliar poundsterling pada tahun 2011. Sementara itu, menurut Forbes, dia memiliki kekayaan sebesar 1,2 miliar dollar AS.

Pasangan ini tinggal di South Norwood, London, dan membeli rumah seharga 1,5 juta poundsterling di Surrey. Meski hidup berlimpah, Tony mengaku lebih nyaman di rumah makan lokal, selalu membeli buku di tempat lelang untuk amal dan tidak membeli pakaian dari desainer.

"Saya berpikir ini tidak membuat saya nyaman karena saya tidak terbiasa menghabiskan banyak sekali uang. Saya dibesarkan dengan cara demikian. Sampai saat ini saya merasa tidak pernah menjadi orang kaya," katanya seperti dilansir oleh Daily Mail, Sabtu (8/3). "Saya tinggal di rumah yang besar, tetapi itu cukup bagi saya karena saya tidak terbiasa dengan gaya hidup mewah," tambahnya kemudian.

Tony bertemu dengan Li dalam sebuah kencan buta saat dirinya masih menjadi seorang guru. Pada saat itu, di waktu selanya, dia mengajar bahasa Inggris untuk Li. Mereka menikah setelah keduanya sama-sama jatuh cinta. Namun, menurut Tony, Li terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk mengurusi bisnisnya. Oleh karena itu, mereka berdua jarang bertemu.

"Jauh sebelum saya memutuskan bercerai, sebenarnya kami seperti sudah berpisah meski tinggal di bawah satu atap. Dia terlalu sibuk dengan bisnisnya," ujarnya.

Menurut Li, kemungkinan untuk bercerai sudah lama dipikirkannya. Namun, keinginan itu dipendamnya karena khawatir perceraian akan memengaruhi putra mereka, William, yang saat ini berusia 17 tahun.

Tony sudah tidak menjadi guru penuh waktu lagi. Saat ini, Tony hanya menghabiskan waktunya untuk memberikan kuliah gratis. Jika bercerai, Tony hanya akan mengantongi uang 1 juta poundsterling dan dia mengatakan itu cukup baginya.

(kps/q)


Simak juga berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 16 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments