Selasa, 18 Jun 2019
  • Home
  • Serbaneka
  • Menelisik Fakta Unik Soal Ketupat yang Jarang Diketahui

Menelisik Fakta Unik Soal Ketupat yang Jarang Diketahui

admin Minggu, 09 Juni 2019 11:11 WIB
Ketupat
Bicara soal lebaran tentu belum pas tanpa ketupat. Walaupun bentuknya simpel dan nggak banyak berubah, ketupat tetap saja jadi menu andalan yang disajikan di hari lebaran. Tahukah Anda mengenai fakta-fakta unik di balik ketupat? Simak asal-usul dan fakta menarik soal ketupat di bawah ini.

1. Berawal dari Sunan Kalijaga
Konon, Sunan Kalijaga adalah orang pertama yang memperkenalkan ketupat pada masyarakat Jawa. Sunan Kalijaga juga membudayakan dua tradisi bakda saat memperkenalkan ketupat, yakni Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bedanya, Bakda Lebaran dilakukan saat Hari Raya Idul Fitri, sedangkan Bakda Kupat dilakukan seminggu pasca lebaran. Saat Bakda Kupat, banyak rumah di Jawa menganyam ketupat memakai daun kelapa muda. Selesai dimasak, ketupat diantarkan ke kerabat yang lebih tua. Lambat laun ketupat pun menjadi simbol kebersamaan Umat Islam.

2. Nggak Cuma Identik Sama Idul Fitri
Selain identik dengan Hari Raya Idul Fitri, ketupat ternyata juga dipakai untuk beraneka macam momen. Di Bali, ketupat dipakai untuk sesajen saat Hari Raya Hindu Bali Kuningan. Masyarakat Ternate juga memakai ketupat pada Upacara Saro.

3. Simbol Permintaan Maaf
Saat sudah dicampur dengan lauk bersantan, ketupat menjadi simbol permintaan maaf. Namanya pun berganti menjadi kupa santen. Dalam budaya Jawa, kupa santen berarti 'kulo lepat nyuwun ngapunten' atau bila diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi 'saya salah, mohon maaf.'

4. Penolak Bala
Di beberapa daerah di Jawa, ketupat digantung di depan pintu untuk menolak bala dari hal-hal buruk. Masyarakat Barabai juga menjadikan ketupat sebagai makanan para lelaki yang sedang memanjatkan doa saat ritual tolak bala.

5. Punya Banyak Nama
Ketupat punya beragam nama berbeda di berbagai daerah. Ketupat di Jawa dan Sunda bisa disebut dengan Kupat. Di Bali lebih akrab dengan Tipat. Masyarakat Minangkabau mengenal ketupat dengan Katupek. Masyarakat Madura menyebutnya Ketopak. (provoke-online/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments