Kamis, 12 Des 2019

Atas Nama Demokrasi, Perempuan Tolak Ditilang

Minggu, 13 April 2014 21:51 WIB
Darwin (SIB)- Natasha Zielke (19 tahun), seorang warga Darwin, Australia, kini harus merasakan "mahalnya harga demokrasi". Ia didenda sekitar Rp 12 juta dan dicabut SIM-nya gara-gara menolak untuk ditilang dan melawan polisi lalu lintas. Semuanya bermula saat mobil Zielke diberhentikan polisi dalam operasi rutin di sebuah jalan di daerah Rapid Creek, Darwin.

Ketika polisi memintanya melakukan tes alkohol, ia menolak. Dalam operasi polisi lalu lintas seperti ini di Australia, pengemudi mobil akan diminta meniup alat pengukur berupa pipa kecil. Jika seseorang minum minuman beralkohol, alat ini akan menunjukkan kadar kandungan alkohol.

Zielke bahkan menolak masuk ke mobil polisi, serta memaki-maki dan menendang petugas yang berusaha membawanya ke kantor polisi. Di Pengadilan Darwin yang memeriksa kasus ini terungkap bahwa Zielke akhirnya bisa dibawa ke kantor polisi, dan petugas kemudian berusaha melakukan tes alkohol kembali.

Menurut saksi dari kepolisian, Zielke tetap menolak dan bahkan tetap melawan. "Ini demokrasi. Saya tidak akan melakukan apa yang tidak ingin saya lakukan," ujarnya sembari berteriak-teriak. Hakim yang memeriksa kasus ini, Michael Carey, menyatakan kepada Zielke, "Pengadilan akan menjalankan hak demokrasinya sendiri dan menjatuhkan denda kepada Saudara 1.200 dollar,". Ia juga dicabut SIM-nya dan tidak boleh mengemudikan mobil selama 18 bulan. Begitulah "harga demokrasi" yang harus dibayar Zielke. (kps/c)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments