Minggu, 17 Nov 2019

Aneh, Warga Diimbau Tak Minum Teh dan Kopi

admin Minggu, 09 Juni 2019 11:03 WIB
Ilustrasi
Churu (SIB) -Rumah sakit di seantero Negara Bagian Rajashtan melaporkan peningkatan besar dalam jumlah kasus sengatan panas, seiring dengan terus meningkatnya suhu di wilayah-wilayah utara India sejak empat hari lalu. Pemerintah India meminta warganya untuk tidak minum teh, kopi, atau alkohol di tengah gelombang panas yang melanda negara itu.

Di Kota Churu, Rajashtan suhu udara telah menembus 50 derajat Celcius, setidaknya dua kali dalam empat hari terakhir. Pendingin dan pot tanah liat yang diisi dengan air ditinggalkan di halte bus dan tempat-tempat umum lainnya. Sejumlah kematian terkait panas telah dilaporkan di Rajasthan dan negara-negara bagian tetangga yang juga terjebak dalam gelombang panas. Di rumah sakit pemerintah Churu, 10 pasien dirawat karena sengatan panas.

Sanjay Kumar, seorang guru yang telah dirawat di rumah sakit akibat sengatan panas mengatakan bahwa suhu yang panas membuatnya tidak dapat pergi ke mana-mana. "Aku muntah-muntah. Seluruh tubuhku terbakar dan aku tidak bisa pergi ke mana pun karena suhunya sangat tinggi. Suhu sangat panas sehingga kami merasa membawa sesuatu yang terbakar," kata Kumar sebagaimana dilansir AFP, Rabu (5/6).

Seorang pejabat mengatakan bahwa setiap rumah sakit di Rajasthan "merawat sejumlah kasus panas". Tidak hanya mempengaruhi manusia, suhu tinggi yang melanda utara India itu juga berdampak pada hewan. Narendra Kumar, yang memiliki peternakan sapi perah di dekat Churu, mengatakan ia terbiasa dengan suhu tinggi setiap tahun, tetapi sapi-sapinya menderita. "Hewan-hewan saya sangat merasakannya. Pada siang hari ketika suhu berada di puncak, kami membawa semua ternak ke dalam dan menyalakan pendingin," kata Kumar kepada AFP.

Suhu di Churu yang berdekatan dengan Gurun Thar sempat turun sampai 48 derajat Celcius pada Selasa setelah sebelumnya mencapai 50,3 derajat Celcius pada Senin dan 50,6 derajat Celcius pada Sabtu. Pihak berwenang khawatir bahwa India dapat memecahkan rekor suhu 51 derajat Celcius, yang terjadi di Phalodi, Rajashtan pada Mei 2016.

Kementerian kesehatan mengeluarkan saran yang memperingatkan masyarakat agar tidak minum alkohol, teh, dan kopi, atau keluar pada tengah hari. Beberapa kota juga telah menangguhkan pekerjaan luar, seperti perbaikan jalan, karena suhu yang menyengat.

Musim hujan tahunan - yang biasanya membawa hujan yang sangat dibutuhkan ke Asia Selatan - diprediksi datang satu pekan lebih lambat dari jadwal dan hanya diperkirakan akan mencapai ujung selatan India pada 6 Juni. Peramal pribadi Skymet telah memperingatkan akan ada lebih sedikit hujan daripada biasanya tahun ini. (okz/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments