Selasa, 04 Agu 2020
  • Home
  • Sekolah
  • Tak Punya Smartphone, Orangtua Siswa Dapat Jemput Tugas ke Sekolah

Tak Punya Smartphone, Orangtua Siswa Dapat Jemput Tugas ke Sekolah

Senin, 27 Juli 2020 21:26 WIB
Facebook/Avan Fathurrahman

Ilustrasi 

Medan (SIB)
Belajar dalam jaringan (daring) atau online merupakan pilihan terbaik yang harus dilakukan sekolah di tahun ajaran baru 2020/2021, yang bertepatan pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini harus dilakukan guna menjaga keselamatan seluruh warga sekolah. Namun tidak dipungkiri, ada beberapa kendala yang dihadapi, di antaranya tak semua murid memiliki atau mampu membeli HP android atau smartphone yang merupakan media utama dalam belajar online.

Karena dalam proses belajar mengajar jarak jauh guru memberikan pelajaran dari sekolah melalui virtual dengan perangkat telepon genggam jenis android. Tentu hal tersebut dapat merugikan siswa yang tidak memiliki smartphone. Oleh karenanya, pantauan SIB di beberapa sekolah di Kota Medan seperti SDN 060870, SDN 060415, SDS Hosana, SMPN 4 Medan, SMAN 13 Medan, sekolah-sekolah tersebut mengakalinya dengan menginformasikan kepada orangtua/wali siswa untuk datang ke sekolah menjemput tugas-tugas anaknya.

Kepala SDN 060870 Zamri mengakui, ada beberapa orangtua siswa di sekolanya tidak memiliki HP android. Karena itu sekolah telah membuat jadwal pengambilan tugas bagi siswa yang tidak dapat mengikuti belajar daring. Hal itu dilakukan untuk membantu siswa tetap mendapatkan materi pelajaran.

"Bejalar dari rumah melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring dilaksanakan sesuai dengan instruksi Kemdikbud dan Dinas Pendidikan. Dalam prosesnya, guru atau pendidik tidak hanya memberikan tugas saja dari rumah, namun memberikan materi pelajaran kepada siswa via online dari sekolah masing-masing. Untuk itu kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan harus hadir ke sekolah dan melaksanakan tugas sebagaimana biasanya. Jadi bagi siswa yang tak punya android diminta untuk datang ke sekolah menjemput bahan pelajaran maupun tugas-tugas untuk dikerjakan. Kemudian hasilnya diantar lagi untuk dinilai," kata Zamri kepada SIB, Jumat (24/7).

Jadwal pengambilan tugas di susun berdasarkan kelas per satu jam dalam sehari. Artinya, orangtua yang datang menjemput tugas pun tidak menciptakan keramaian.

"Saat menjemput tugas kita juga selalu menerapkan protokol kesehatan, artinya yang diperbolehkan mengambil tugas adalah orangtua/wali sesuai jadwal anaknya dengan menggunakan masker dan mencuci tangan terlebih dahulu di wastafel yang telah disediakan sekolah," katanya

Hal senada dikatakan Kepala SMAN 13 Medan, Mukhlis. Siswa yang tidak memiliki android dan yang mungkin menemui kendala sehingga tidak dapat ikut belajar online melalui virtual diimbau untuk menjemput bahan materi dan tugas ke sekolah.

Dikatakannya, banyak orangtua memang mengeluh tentang belajar online ini, namun tidak ada opsi lain yang bisa dilakukan. Sebab pembelajaran tatap muka dapat dilakukan harus sesuai dengan aturan pemerintah.

"Jika memang Covid-19 belum aman, maka belajar online merupakan kebijakan terbaik. Karena keselamatan warga sekolah menjadi hal yang utama," katanya. (M20/d)

T#gs Jemput Tugas ke SekolahOrangtuaSmartphone
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments