Selasa, 11 Agu 2020
  • Home
  • Sekolah
  • Tahun Ajaran Baru, 218 Ribu Sekolah Negeri dan Swasta Terapkan Belajar Jarak Jauh

Tahun Ajaran Baru, 218 Ribu Sekolah Negeri dan Swasta Terapkan Belajar Jarak Jauh

Senin, 13 Juli 2020 18:31 WIB
courtesy: IGP Wiranegara.

Ilustrasi Seorang siswa SD di Jakarta belajar mandiri 

Jakarta (SIB)
Pandemi virus corona mengubah tatanan pendidikan di semua tingkat sekolah. Kegiatan belajar langsung di sekolah beralih menjadi metode pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan fasilitas daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan). Langkah-langkah dan kebijakan nasional diambil untuk memastikan pendidikan pada sekolah-sekolah dasar sampai menengah atas, yang berjumlah ratusan ribu, tetap berlangsung.

Hampir satu semester berlalu sejak virus corona melanda Indonesia. Sekolah-sekolah negeri dan swasta untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas kini bersiap-siap menempuh tahun ajaran baru yang dimulai Senin, 13 Juli 2020.

Hamid Muhammad MSc PhD Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan ada 218 ribu SD, SMP dan SMA, baik swasta maupun negeri, di Indonesia. Pembukaan sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan bagi sekolah yang berada dalam zona hijau atau aman dari penyebaran corona.

"Jumlahnya terakhir jika tidak keliru, tinggal 62 kabupaten yang masih zona hijau. Itu pun yang boleh dibuka baru SMP, SMA, SMK. Baru dua bulan kemudian, SD dan yang terakhir,Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)."

Pemerintah telah menambah kebijakan mengenai pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta menyediakan fasilitas teknologi, materi maupun bantuan pulsa, bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi dan pihak swasta.

Para guru sebagai tulang punggung pendidikan, yang pada awal pandemi tidak siap menghadapi peralihan kegiatan belajar dan mengajar, juga mendapat pelatihan untuk memudahkan PJJ daring.

I Ketut Suarnaya dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, membimbing para guru di provinsi Bali dalam penggunaan daring. Ia mengatakan, masih banyak yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran PJJ. "Kalau kepala sekolahnya baru 50% dari yang semestinya, jadi kita tidak bisa menyasar 3.000 sekolah, tapi sekitar 1.000 dalam waktu sebulan setengah ini sudah kita lakukan."

Selama berlangsung pandemi, pemerintah melonggarkan standar kurikulum dan penilaian nasional bagi jenjang pendidikan dasar, menengah dan atas.

"Pembelajaran di rumah ini kan cukup berat ya, itulah kenapa penilaiannya itu lebih banyak kualitatif. Tujuannya, mendorong motivasi siswa untuk tetap belajar di rumah," tambah Hamid.

Kelonggaran lain juga diberikan kepada para guru untuk melaksanakan sistem pembelajaran yang paling tepat bagi para siswa. Apakah melalui daring, bimbingan online lewat platform kelas, ruang chat, atau luring dengan memanfaatkan siaran televisi, atau pesan text dengan aplikasi tertentu.(VoA/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments