Rabu, 13 Nov 2019
  • Home
  • Sekolah
  • Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

bantors Rabu, 16 Oktober 2019 17:58 WIB
SIB/Kps.com
PIKUL AIR: Siswa-siswi SDI Tuanio, Desa Pagomogo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT memikul air ke sekolah, Senin (14/10). Mereka harus berjalan 5 km setiap hari dengan memikul air di atas kepala menuju sekolah.
Mbay (SIB) -Kemarau panjang yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) mengakibatkan warga mengalami krisis air bersih.

Tidak hanya rumah tangga yang kesulitan mendapatkan air bersih, sekolah-sekolah pun kesulitan mendapatkannya.

Akibatnya, para siswa pun harus mencari air bersih, sekadar untuk keperluan sekolah seperti menyiram toilet dan menyirami tanaman.

Hal ini dialami siswa-siswi sekolah dasar inpres (SDI) Tuanio, Desa Pagomogo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Flores.

Siswa-siswi SD ini terpaksa memikul air dengan jeriken 5 liter ke sekolah untuk menyirami toilet dan bunga.

Itu dilakukan siswa-siswi karena di sekolah tidak ada jaringan air bersih di wilayah sekolah ini berdiri.

"Setiap hari kami pikul air ke sekolah untuk siram toilet dan bunga. Kami jalan kaki dari rumah sejauh 5 kilometer ke sekolah," kata Maria Nasrin, salah seorang siswi, Senin (14/10).

Ia menceritakan, setiap pagi ia dan kawan-kawan bangun pukul 04.00 Wita untuk menimba air di mata air yang letaknya jauh dari rumah.

Mereka bangun pagi karena di mata air, mereka harus antre berjam-jam menunggu giliran untuk mengambil air.

Air yang diambil itu untuk keperluan rumah dan dibawa ke sekolah.

Kepala SDI Tuanio, Ferdinandus Koba, membenarkan krisis air di wilayah itu.

Ferdinandus menyebut, selama musim kering ini, untuk mendapatkan air bersih, warga setempat harus berjalan kaki minimal sejauh 3 kilometer.

Desa itu memang belum dijangkau jaringan air minum bersih dari pemerintah.

"Untuk kebutuhan di sekolah ini, anak-anak harus pikul air dari rumah. Kalau tidak begitu, kami semua tidak bisa ke toilet. Bunga-bunga di taman juga bisa mati semua," kata Ferdinandus.

Ia berharap, ke depan pemerintah daerah dan desa agar membuka jaringan air minum bersih di desa itu, termasuk di lingkungan sekolah.(Kps.com/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments