Minggu, 25 Agu 2019
  • Home
  • Sekolah
  • Ruang Belajar dan Mobiler SDN 118439 Seisiali Panai Hilir Labuhanbatu Memprihatinkan

Ruang Belajar dan Mobiler SDN 118439 Seisiali Panai Hilir Labuhanbatu Memprihatinkan

* Kadisdik Sarimpunan Ritonga: Itu Kondisi Setahun Lalu
admin Rabu, 31 Juli 2019 20:11 WIB
Facebook
MENULIS DI MEJA RUSAK: Murid SDN 118439 Seisiali Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu serius belajar dan menulis di atas meja rusak yang sudah bolong dan pecah-pecah, diposting warga setempat, Edy Syahputra Ritonga, Senin (29/7), dalam facebooknya.
Labuhanbatu (SIB) -Ruangan belajar dan mobiler yang digunakan murid-murid SD Negeri 118439 Seisiali Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu sangat memprihatinkan. Meja belajar anak didik sudah rusak berat dan bolong. Lantai ruang kelas bahkan hancur. Seolah-olah tidak ada dana untuk memperbaiki mobiler dan sekolah dasar negeri itu.

Kondisi ruang kelas dan meja belajar murid SDN Seisiali itu diposting Edy Syahputra Ritonga ke media sosial facebook, Senin (29/7) pagi. Namun Edy tidak menjelaskan kapan video itu direkamnya.

Postingan itu ditujukan Edy Syahputra Ritonga kepada Plt Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunte, Kepala Dinas Pendidikan Sarimpunan Ritonga, Inspektorat dan DPRD Kabupaten Labuhanbatu.

Edy menyertakan video dan foto-foto kondisi bangunan dan mobiler sekolah itu. Dalam video tampak 30 orang lebih murid sekolah dasar sedang asyik belajar. Tampak lantai ruangan yang terbuat dari semen, lebih separuh sudah hancur dan berubah menjadi lantai tanah. Ruang belajar tampak sangat jorok dan kumuh.

Dalam video tampak murid-murid sedang belajar dibimbing gurunya. Meja belajar yang digunakan murid untuk menulis sudah bolong-bolong, sehingga menyulitkan murid untuk menulis. Beberapa meja tampak terpaku disambung kayu ke meja lain. Penyanggah-penyanggah meja tidak terpasang rapi, asal tidak reot saja. Dinding ruang belajar sudah retak-retak. Asbesnya juga sudah bolong-bolong.

"Anak-anak belajar di meja bolong, bangku rusak, lantai ruangan rusak, dinding bangunan sekolah retak-retak," tulis Edy dalam suratnya yang diposting di facebook.

Edy menyebut, para wali murid SDN 118439 Seisiali berharap hal itu (kondisi sekolah) mendapat perhatian pemerintah, agar beberapa ruangan rusak dan fasilitas belajar mendapat perbaikan untuk kenyamanan proses belajar mengajar.

"Harapan wali murid siswa/siswi, semoga sekolah SDN 118439 Seisiali dapat perhatian dari pemerintah terkait, agar beberapa ruangan rusak dan kekurangan fasilitas mendapatkan perbaikan, agar anak anak merasa nyaman saat belajar," tulisnya.

Dalam rekaman video, guru kelas IV sekolah itu juga mengharapkan pemerintah memberi perhatian untuk memperbaiki fasilitas yang rusak supaya layak digunakan belajar oleh generasi-generasi penerus bangsa (murid sekolah).

Dalam postingannya, Edy juga meminta agar aparat penegak hukum mengusut penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri tersebut.

"Diharapkan kepada bapak-bapak yang terhormat instansi berwenang agar dana bos di sekolah dasar dapat diperiksa dan turun ke lapangan tentang penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), terutama sekolah dasar di Kecamatan Panai Hilir dan Panai Tengah, mengingat di SDN 118439 Seisiali Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu sangat memprihatinkan," katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Labuhanbatu Sarimpunan Ritonga membantah kondisi ruang belajar dan mobiler sekolah mengalami rusak berat dan hancur.

Menurut Sarimpunan, kondisi yang disampaikan Edy Syahputra Ritonga dalam akun facebooknya itu kondisi setahun yang lalu. Sedangkan saat ini, katanya, kondisinya sudah mulai mantap.

"Ya. Kemarin sudah dicek ke lokasi melalui Korwilcam. Ternyata data foto dan video itu adalah setahun yang lalu. Kalau sekarang sudah mulai mantap," sebutnya melalui pesan whatsapp menjawab wartawan. (BR6/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments