Minggu, 20 Sep 2020
  • Home
  • Sekolah
  • Pengamat: Dinas Pendidikan Perlu Petakan Belajar Siswa di Masa Pandemi

Pengamat: Dinas Pendidikan Perlu Petakan Belajar Siswa di Masa Pandemi

Senin, 07 September 2020 20:27 WIB
Waspada/Ist

TOKOH Pendidikan yang juga mantan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Masrul Badri. Dinas Pendidikan perlu pemetaan belajar siswa masa pandemi. 

Medan (SIB)
Pengamat Pendidikan Masrul Badri menyarankan kepada Dinas pendidikan untuk segera melakukan langkah-langkah strategis dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam merespon situasi pandemi Covid-19.

"Sebelum melakukan intervensi program pembelajaran daring maupun luring kepada siswa di era pandemi Covid-19 ini, saya sarankan agar Dinas Pendidikan perlu melakukan pemetaan terlebih dahulu," kata mantan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan kepada SIB, Sabtu (22/8).

Menurut Masrul, persentase keaktifan belajar siswa dan sebarannya dalam pelaksanaan program Belajar dari Rumah (BdR) periode Maret-Juni kemarin sudah bisa menjadi acuan untuk Disdik melakukan pemetaan dan perbaikan secara komprehensif. Sehingga KBM yang dilakukan di masa pandemi ini bisa berjalan dengan efektif.

"Persentase ini menunjukkan berapa banyak siswa yang setiap hari belajar, kadang-kadang belajar dan tidak belajar sama sekali. Dan dari data ini, Disdik bisa membuat kebijakan untuk mencegah terjadi penurunan kemampuan belajar siswa (learning loss).

Semakin jarang anak belajar, maka kemampuan dan kecepatannya memahami materi belajar juga akan menurun. Jika dibiarkan dalam jangka waktu lama, kondisi ini bisa memicu meningkatnya angka putus sekolah di masa depan," jelasnya.

Dikatakannya, selain pemetaan tingkat partisipasi belajar, Disdik juga harus memetakan moda belajar yang bisa digunakan siswa. Seluruh siswa sebenarnya diharapkan mampu mengakses pembelajaran menggunakan moda daring. Namun pada kenyataannya, banyak siswa yang tidak bisa mengakses moda daring ini.

"Saya melihat ada empat kelompok siswa, pertama siswa yang memiliki android sendiri dan mampu membeli paket internet, kedua siswa yang memiliki android tapi tidak mampu membeli paket internet, ketiga siswa yang menggunakan android milik orang tua yang tidak bisa digunakan setiap saat oleh siswa dan keempat siswa yang sama sekali tidak memiliki android. Jadi ini harus benar-benar menjadi perhatian serius Disdik dan sekolah-sekolah. Karena, hasil pemetaan tingkat partisipasi dan moda belajar, akan menentukan arah kebijakan dan program yang harus dilakukan untuk memastikan anak-anak belajar dari rumah," katanya.

Lanjutnya, berdasarkan pemetaan ini tentu tidak bisa dilakukan intervensi pembelajaran yang sama kepada seluruh siswa. Harus disesuaikan dengan kondisi kelompok siswa berdasar hasil pemetaan.

"Pandemi Covid-19 ini merupakan situasi darurat, sehingga dibutuhkan kolaborasi dengan semua pihak untuk menghadapi tantangan berat ini. Dinas pendidikan dapat menggandeng tokoh-tokoh masyarakat, swasta dan organisasi kemasyarakatan untuk bekerjasama.

Dari hasil pemetaan ini, Disdik bisa berbagi peran dengan unsur masyarakat lainnya. Disamping itu, melalui pemetaan ini, diharapkan program-program yang dilakukan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan siswa," tandasnya. (M20/d)
T#gs belajarDinas pendidikanMasa PandemiPengamatPetakansiswa
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments