Kamis, 19 Sep 2019
  • Home
  • Sekolah
  • Mendikbud Minta Sekolah Bangun Komunikasi Guru-Orangtua

Mendikbud Minta Sekolah Bangun Komunikasi Guru-Orangtua

admin Rabu, 11 September 2019 13:37 WIB
Jakarta (SIB) -Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menyakini bahwa komunikasi yang baik antara guru dan orang tua dapat mencegah terjadinya kekerasan di sekolah. Hal tersebut disampaikan Mendikbud usai membuka puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI), di Makassar, Sabtu (7/9).

Ia menyayangkan terjadinya tindak kekerasan kepada guru oleh orang tua atau wali murid di sekolah seperti peristiwa yang terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. "Saya kira perlu ada pemahaman yang cukup kepada orang tua siswa tentang bagaimana cara menangani kalau ada konflik," kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (8/9).

Muhadjir menegaskan guru mendapatkan perlindungan dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pendidik. "Perlindungan tersebut dimaksudkan agar para guru memiliki kewibawaan dan bekerja lebih profesional," ujar dia.

Muhadjir menyarankan agar sekolah dapat mengundang orangtua atau wali murid setelah proses penerimaan peserta didik baru. Kemudian diberi penjelasan tentang kewajiban sekolah, kewajiban orangtua maupun hak orangtua, kewajiban guru maupun hak guru.

Guru Besar Universitas Negeri Malang ini menyebutkan pentingnya kerja sama antara keluarga dan sekolah dalam menyukseskan pendidikan. Kesepakatan antara pihak guru dan orangtua atau wali murid dapat dilakukan di awal tahun pembelajaran.
"Kita bikin semacam kontrak belajar ya. Nanti harus ditandatangani oleh pihak sekolah maupun orangtua soal tadi itu, mana yang boleh mana yang tidak boleh," kata dia lagi.

Perlindungan terhadap pendidik, termasuk tenaga kependidikan telah diatur dalam Peraturan Mendikbud Nomor 10 Tahun 2017 tentang Perlindungan Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Pasal 6 Permendikbud tersebut menyebutkan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya mendapatkan perlindungan hukum yang mencakup perlindungan terhadap tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi dan/atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orangtua peserta didik, masyarakat, birokrasi, dan/atau pihak lain yang terkait dengan pelaksanaan tugas.

Sekolah diharapkan dapat menjadi tempat belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan. Mendikbud mengimbau agar orangtua dapat bertindak lebih arif dalam menyikapi konflik antarsiswa yang terjadi di sekolah. (Rol/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments