Jumat, 20 Sep 2019
  • Home
  • Sekolah
  • BAN Minta Kemendikbud Gunakan Hasil Akreditasi

BAN Minta Kemendikbud Gunakan Hasil Akreditasi

Rabu, 15 Januari 2014 17:16 WIB
SIB/Int
Ilustrasi
Surabaya (SIB)- Ketua Badan Akreditasi Nasional (BAN) Sekolah/Madrasah Dr Abdul Mu’ti MEd meminta jajaran Kemendikbud hingga dinas pendidikan di daerah agar menggunakan hasil akreditasi untuk pengembangan mutu sekolah/madrasah setempat.

“Hasil akreditasi itu merupakan pemetaan sekolah dan madrasah, kalau nilainya B atau C itu bisa diketahui kekurangan dalam guru itu apa, kekurangan dalam sarana dan prasarana itu apa, semuanya tinggal dibenahi,” katanya di Surabaya, Minggu.

Di sela-sela “Pengajian Ahad Pagi” di Masjid Baitul Mukminin, Barata Jaya VIII, Surabaya, dosen UIN Jakarta itu menegaskan bahwa mayoritas sekolah/madrasah yang bermutu hanya ada di Jawa dengan mayoritas juga ada di kota.

“Karena itu, jajaran kementerian dan dinas pendidikan serta pemerintah daerah harus menggunakan hasil akreditasi untuk melakukan pembenahan, sehingga tindakannya tepat sasaran, apalagi akreditasi yang dilakukan BAN itu didanai APBN,” katanya.

Menurut Sekretaris PP Muhammadiyah itu, jumlah sekolah/madrasah yang terakreditasi itu pun belum banyak, karena sekolah/madrasah yang terakreditasi umumnya hanya sekolah/madrasah yang siap.

“Sekolah atau madrasah yang siap pun hasilnya nilai B dan C, jadi mayoritas sekolah/madrasah memang memiliki kekurangan, karena itu harus dikembangkan sesuai dengan kekurangannya,” katanya.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu menilai pembenahan mutu pendidikan itu bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan atau workshop.

“Tapi, mungkin juga sarana/prasarana yang perlu ditingkatkan, karena itu Kemendikbud, Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah harus memenuhi kekurangan sarana/prasarana itu agar kualitasnya meningkat,” katanya.

Didampingi Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim H Nadjib Hamid yang juga pengurus masjid itu, ia mengatakan pihaknya sendiri akan terus meningkatkan mutu asesor yang melakukan akreditasi sekolah/madrasah agar mutu sekolah/madrasah juga semakin meningkat.

“Ada delapan standar mutu pendidikan yang kita periksa, termasuk guru, sarana/prasarana, kurikulum, sistem evaluasi dan sebagainya, tapi untuk kurikulum masih kita gunakan KTSP, karena Kurikulum 2013 masih baru saja,” katanya.

Dalam pengajian di hadapan ratusan jamaah Masjid Baitul Mukminin, Abdul Mu’ti menyebutkan Islam bukanlah agama yang anti-dunia, karena dunia dan akhirat merupakan dua hal yang sama-sama penting.

“Tapi, tingkat kepentingannya berbeda, karena akhirat bersifat jangka panjang tanpa dibatasi usia. Harta itu penting, bahkan orang bisa membeli jabatan dengan harta, tapi orang tidak bisa membeli kehormatan. Orang juga bisa membeli dokter paling mahal, tapi orang tidak bisa membeli kehidupan,” katanya.

Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umat Islam perlu menguasai dunia dan akhirat, bahkan dunia yang dicari pun harus berdimensi akhirat, misalnya cari uang bukan semata harta, tapi untuk cari ridha Allah, sehingga tidak menghalalkan segala cara. (Ant/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments