Senin, 13 Jul 2020
  • Home
  • Profil
  • Sepekan Tinggalkan Rumah, 3 Srikandi Polri Ini Padamkan Karhutla di Riau

Sepekan Tinggalkan Rumah, 3 Srikandi Polri Ini Padamkan Karhutla di Riau

redaksisib Minggu, 29 Maret 2020 17:30 WIB
Detikcom

'Srikandi' Polisi Polres Indragiri Hilir (Inhil),AKP Rosna Meliani memimpin kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Kateman,Inhil,Riau.

Pekanbaru (SIB)
Tiga polisi wanita (polwan) di Polres Indragiri Hilir (Inhil) turut berjibaku melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Selama sepekan tiga 'Srikandi' Polri berjibaku memadamkan api.

Tiga anggota polwan dipimpin Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Rosna Meliani, bersama dua juniornya, Briptu Raudatul Jannah dan Briptu Florentina Kharismaya. Mereka ini ikut andil dalam membantu Satgas Karhutla yang sedang berjuang memadamkan kebakaran di Kecamatan Kateman, Inhil.

Untuk menuju ke Kateman, Rosna dan dua juniornya harus menempuh perjalanan jalur air dari Tembilahan, ibu kota Kabupaten Inhil, dengan menggunakan kapal ditempuh selama 3,5 jam. Setelah sampai ke Polsek Kateman, istirahat sejenak setelah menempuh perjalanan.

Esoknya, mereka ikut ke lapangan bersama tim lainnya menuju ke lokasi titik kebakaran. Untuk menuju ke salah satu lokasi karhutla, masih ditempuh kembali perjalanan minimal satu jam.

"Ada tiga lokasi selama sepekan bertugas di sana. Lokasi pertama kami mendapat tugas untuk pendinginan setelah tim sebelumnya melakukan pemadaman," kata Rosna.

Tidak semua medan karhutla mudah untuk dijangkau. Ada sebagian lokasi yang harus ditempuh dengan motor selama satu jam. Selanjutnya berjalan kaki le lokasi juga membutuhkan waktu selama satu sampai dua jam.

"Ada yang lokasinya tidak bisa dijangkau kendaraan roda dua, ada yang tidak. Menuju ke kawasan yang terbakar lumayan tantangannya," cerita Rosna.

Selama bertugas untuk penanganan pencegahan karhutla agar tidak semakin meluas, Rosna Cs menginap di Mapolsek Kateman. Di sanalah dia selama sepekan beristirahat usai memadamkan api.

Selama melakukan pemadaman karhutla, sore hari baru keluar dari lokasi. Untuk keluar dari lokasi harus kembali berjalan kaki bersama tim lainnya.

Tapi kadang juga tak semulus itu. Saat perjalanan pulang, bisa jadi ada areal kembali yang terbakar. Kalau sudah seperti ini, tim akan melakukan pemadaman sebelum meninggalkan lokasi.

"Pernah waktu mau pulang, ada lahan perkebunan kelapa warga yang kami lintasi terbakar. Akhirnya kita bantu warga untuk melakukan pemadaman," kata Rosna.

Upaya pemadaman berlangsung hingga pukul 20.00 WIB. Setelah api padam, tim berjalan kaki sampai menuju ke titik yang bisa dilintasi sepeda motor. Itu dirasakannya menjelang mengakhiri masa tugas di karhutla.

"Karena melakukan pemadaman sampai jam 8 malam, akhirnya kami sampai Mapolsek jam 10 malam," kata Rosna. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments