Minggu, 18 Agu 2019

Tajuk Rencana

Seleksi CPNS 2014

Jumat, 22 Agustus 2014 12:26 WIB
Pendaftaran - penerimaan CPNS tahun 2014 sudah mulai digelar pemerintah. Setelah tahun lalu melaksanakan seleksi dengan sistem cut of point berupa sistem skor minimum, untuk memperkuat transparansi dan objektivitas hasil seleksi, pemerintah akan menggunakan model CAT (Computer Assisted Test).
Apapun itu modelnya, peminat CPNS tetap akan sangat besar. Tingginya animo itu dapat dilihat dari jumlah peserta tahun lalu yang mencapai 1 juta pelamar memperebutkan 60 ribu kursi, baik umum maupun pelamar kategori II. Tahun ini sekitar 65 ribu kursi kembali akan diperebutkan.

Tingginya animo ini tidak terlepas dari nyamannya para PNS. Dengan gaji yang lebih kurang cukup, serta dengan kenaikan gaji yang terus menerus dari pemerintah, sementara beban kerja tidak terlalu dinilai, maka opsi menjadi PNS adalah pilihan terbesar dari masyarakat. Maka tidak heran di masa lalu, suap menyuap untuk mendapatkan posisi sebagai salah seorang PNS sangat tinggi. Nilainya bisa berkisar ratusan juta rupiah tergantung latar belakang pelamar.
Kita mendukung upaya perekrutan yang semakin lebih baik. Dengan menggunakan CAT, maka seleksi akan lebih ketat dan lebih kompetitif lagi. Hanya pelamar yang mampu dan kredibel-lah yang bisa menyelesaikan soal tersebut.

Tetapi perlu dipikirkan mengenai persiapan penyelenggaraan ujian. Mengingat bahwa sistem CAT memerlukan dukungan IT yang sangat banyak, maka persiapan penyelenggara menjadi tanda tanya. Mampukah setiap daerah menyiapkan diri untuk melakukan seleksi itu? Informasi mengenai ini belum tersampaikan kepada masyarakat. Calon pelamar hanya tahu bahwa mereka akan mengikuti sistem CAT tetapi tidak tahu bagaimana hal itu bisa dilaksanakan.

Mahalnya biaya CAT pasti sudah bisa dipastikan. Selain dukungan infrastruktur IT tadi, yang diperlukan juga adalah sistem dukungan elektrik yang mumpuni.

Jangan sampai ketika ujian sedang berlangsung, para pelamar kehilangan konsentrasi karena listrik yang byar-pet. Ini memerlukan sumber daya yang tidak sedikit dari PLN apalagi jika ujian dilakukan serentak.

Pengelolaan hasil test juga menjadi salah satu pertanyaan. Jaringan internet yang sering lelet menjadi pertanyaan berikutnya dari kita. Apakah kita mampu mendapatkan dukungan internet yang memiliki kecepatan yang baik sehingga jawaban para pelamar bisa dikelola dengan baik dan tidak error?

Di atas semuanya itu, kita mengharapkan sistem pengelolaan PNS secara umum birokrasi di negeri ini juga turut diperbaiki. Tidak ada gunanya mendapatkan personil yang berkualitas jika kemudian ketika berada dalam sistem birokrasi, rupanya kemudian menjadi buruk. Salah satu hal yang masih perlu diperbaiki adalah birokrasi yang masih sangat tidak produktif, sesuatu yang gagal kita lihat hasil reformasinya dalam 10 tahun terakhir meski sudah ada Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Aparatur negara masih sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak mampu menjadikan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Masih sering kita dengar aparatur negara melakukan Pungli bahkan tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Maka alangkah sia-sianya jika sistem CAT sekalipun kemudian tidak berhasil mendorong reformasi birokrasi sampai kepada perubahan sistem.

Kita berharap pada pemerintah baru supaya lebih sungguh-sungguh lagi dalam mengelola birokrasi.

Jangan hanya seleksinya, tetapi sistem kerjanya, sistem pengawasan dan penilaiannya, serta sistem pelaporannya. (***)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments