Senin, 09 Des 2019
  • Home
  • Profil
  • Rosalinda "Emma Watson" Barus Mantan Gadis Sampul Indonesia Raih Prestasi Terbaik di Conventry University London
  • Home
  • Profil
  • Rosalinda "Emma Watson" Barus Mantan Gadis Sampul Indonesia Raih Prestasi Terbaik di Conventry University London

Rosalinda "Emma Watson" Barus Mantan Gadis Sampul Indonesia Raih Prestasi Terbaik di Conventry University London

redaksi Minggu, 01 Desember 2019 15:55 WIB
SIB/Baren Siagian
Hermanto Barus bersama putrinya,Rosalinda Birdinia Rudangta Boru Barus (Toga) dan istrinya Kombes Emilia Kristanti Ginting SIP(Kabag investigasi Komisi Yudisial) dan putranya,Chritopher Kinan Barus usai wisuda di Coventry Univesity,London,Inggris
Jakarta (SIB)
Mantan gadis sampul Indonesia, Rosalinda Birdinia Rudangta Barus putri pasangan pengacara Hermanto Barus dan Kombes Emilia Kristanti Ginting SIP menorehkan prestasi mengharumkan nama Indonesia. Pasalnya gadis Batak kelahiran Jakarta, 15 September 1998 menyelesaikan program sarjana (strata 1) jurusan Bachelor of International Relations di Coventry University, London, Inggris dalam waktu tiga tahun dengan predikat terbaik.

Menurut ayahanda Rosalinda, Hermanto Barus, putrinya tersebut baru saja menyelesaikan kuliah strata 1 selama 3 tahun di CU London dengan nilai terbaik.

"Puji Tuhan Yesus Kristus, putriku lulus dengan predikat terbaik dari Coventry University, London, Inggris," kata Hermanto Barus saat dihubungi SIB, Sabtu (30/11).

Menurut pengacara kelahiran Medan, 4 April 1965 ini, lantaran meraih nilai terbaik putri tunggalnya itu yang pernah dijuluki Emma Watson karena kepintarannya itu, diterima pada dua universitas terkemuka di London, Yakni UCL dan King College London.

"Dia akhirnya memilih King College London untuk melanjutkan S2 nya," ujarnya.

Hermanto Barus membeberkan, putrinya sempat kaget lantaran diterima sekaligus di dua universitas terkemuka di negara Ratu Elisabeth.

"Dia telepon saya sambil nangis dan bilang makasih Tuhan Jesus berulang-ulang, akhirnya dia memilih untuk melanjutkan program pasca sarjananya di King College London, sesuai dengan jurusan yang diminatinya tersebut," beber Hermanto Barus.

Hermanto Barus menyebutkan pada awalnya, dirinya sangat sulit untuk mengizinkan putrinya tersebut mengenyam pendidikan di luar negeri apalagi sangat jauh di UK. Apalagi, uang kuliah dan tempat tinggal di London, sangat mahal. Namun, sambungnya, karena dia percaya, kakak dari Christopher Kinan Barus, bisa menjaga diri, makanya tidak ada alasan bagi dirinya, untuk menghalangi niat baik putrinya untuk kuliah S1 di London.

"Saya sebagai orangtua apapun yang diminta untuk biaya biaya kuliah akan saya penuhi, waktu pertama kali dia kuliah kami mengantarnya ke kampus dan setelah itu kami langsung pulang ke bandara, nggak terasa air mata saya keluar saking sedihnya saya.

Pada saat kuliah tidak pernah ada yang mengulangi dan selalu mendapat nilai 90-an. Puji Tuhan, putriku lulus dengan nilai terbaik dan sekarang sudah diterima di King College London, Inggris," tukasnya.

Hermanto Barus yang pernah menjadi asisten advokat Yan Apul, juga menegaskan putrinya sejak dari SMA Binus Internasional, sudah mahir berbahasa Inggris lantaran bahasa pengantar di sekolah tersebut menggunakan bahasa Inggris yang tenaga pengajarnya orang asing.

"Biasanya orang harus foundation dulu 1 tahun, kalau bagus baru bisa kuliah, tapi Rosalinda langsung kuliah, makanya orang-orang bilang mana mungkin bisa, semuanya tahap tahap test masuknya semuanya dilakukannya. Apalagi saat menginap di hotel di sana, ada petugas hotel yang bilang, putrimu itu, bahasa Inggrisnya sangat baik. Dan ternyata hasilnya sangat bagus makanya langsung diterima kuliah," ucapnya.

Ditanya terkait kunci keberhasilannya dalam mengarungi mahligai rumah tangganya, Hermanto menuturkan, dalam hidup ini dirinya selalu bersuka cita, dalam segala hal. Dia juga mengaku selalu berusaha dengan sekuat tenaga. Termasuk memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu yang mengalami persoalan hukum tanpa meminta bayaran. Selain itu, sambungnya, ia mengaku selalu percaya kepada Tuhan Yesus, atas apa yang dia kerjakan.

"Percayalah apa yang kita kerjakan, Tuhan Yesus selalu menolong. Saya pernah mengalami tindak penipuan hingga ratusan juta, tetapi karena semua diterima dengan ikhlas, Tuhan Yesus akhirnya memberikan berkat berlipat kali ganda sebagai balasan lantaran tidak menggerutu atau bersungut-sungut. Setelah sepuluh tahun, saya ditipu, tiba-tiba saya menerima dana miliaran rupiah dari kasus yang saya tangani," pungkasnya. (J02/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments