Selasa, 12 Nov 2019
  • Home
  • Profil
  • Nadiem Makarim, Pendiri GO-JEK Dipercaya Menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
  • Home
  • Profil
  • Nadiem Makarim, Pendiri GO-JEK Dipercaya Menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Nadiem Makarim, Pendiri GO-JEK Dipercaya Menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

bantors Minggu, 27 Oktober 2019 12:19 WIB
Nadiem Makarim
Nadiem Makarim dikenal sebagai pendiri GO-JEK yakni sebuah perusahaan startup teknologi jasa transportasi yang terkenal di Indonesia. Walau pernah menjabat sebagai CEO GO-JEK, kini Nadiem Makarim dipercaya Presiden Jokowi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi mobile, GO-JEK berhasil merevolusi industri transportasi ojek. Fitur yang ditawarkan GO-JEK pun berbagai macam seperti pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja dan berpergian di tengah kemacetan.
Semua ide itu berawal dari Nadiem Makarim.

Dari berbagai sumber yang didapat, Nadiem Makarim lahir di Singapura, 4 Juli 1984. Ia memiliki ayah bernama Nono Anwar Makarim yang berasal dari Minangkabau yang berprofesi sebagai pengacara dan penulis dan ibu bernama Atika Algadrie keturunan Arab yang bekerja di bidang non-profit. Ia memiliki dua saudara perempuan.

Istri Nadiem Makarim bernama Franka Franklin, mereka menikah pada tahun 2014 yang lalu. Dari pernikahannya ini, Nadiem makarim mempunyai anak bernama Solara Franklin Makarim

Diketahui bahwa ia mulai bersekolah SD di Jakarta, kemudian ia lulus SMA di Singapura, dari Singapura ia kemudian melanjutkan pendidikannya di jurusan International Relations di Brown University, Amerika Serikat.

Selama setahun, ia mengikuti program foreign exchange di London School of Economics. Kemudian melanjutkan studinya di Harvard Business School, Harvard University dan lulus dengan menyandang gelar MBA (Master Business Of Administration).

Ia diketahui pernah bekerja di sebuah perusahaan Mckinsey & Company sebuah konsultan ternama di Jakarta dan menghabiskan masa selama tiga tahun bekerja di sana. Diketahui pula ia pernah bekerja sebagai Co-founder dan Managing Editor di Zalora Indonesia kemudian menjadi Chief Innovation officer kartuku.

Berbekal banyak pengalaman selama bekerja, Nadiem Makarim kemudian memberanikan diri untuk berhenti dari pekerjaannya dan mendirikan perusahaan GO-JEK pada tahun 2011.

…Saya tidak betah bekerja di perusahaan orang lain, saya ingin mengontrol takdir saya sendiri - Nadiem Makarim.

Alasan sederhana itulah yang membuatnya mencoba merintis perusahaan sendiri yang kemudian dikenal dengan nama GO-JEK berbekal pengalaman kerja serta memiliki jiwa enterpreneurship.

Ide Bisnis go-jek
Ide bisnis transportasi GO-JEK sendiri berasal dari pemikirannya ketika ia berdiskusi dengan tukang ojek langganannya. Ia jarang menggunakan mobil karena mobilitasnya yang tinggi, ia lebih sering menggunakan jasa ojek.

Dari perbincangannya dengan para tukang ojek, ia menemukan kenyataan bahwa hampir sebagian besar tukang ojek menghabiskan waktunya hanya menunggu pelanggan saja dan susah untuk mencari pelanggan. Selain itu Nadiem juga frustasi ketika sangat sulit menemukan ojek pangkalan saat sangat dibutuhkan.

Di sisi lain kemacetan Jakarta makin memburuk maka dibutuhkan sebuah layanan transportasi yang cepat serta pengiriman yang cepat untuk membantu warga Jakarta.

Kemudian pada tahun 2011, GO-JEK sebagai perusahaan resmi didirikan oleh Nadiem Makarim yang kemudian menjabat sebagai CEO GO-JEK. Awal berdiri GO-JEK, Nadiem mempunyai 20 driver gojek. Sistem yang ditawarkan via telepon call center. Dimana pelanggan menghubungi langsung call center untuk mendapatkan driver terdekat.

Pada waktu itu, jumlah karyawan dan drivernya masih sangat terbatas. Namun keyakinan dari Nadiem Makarim akan perusahaannya membuat gojek bisa bertahan hingga melaju pesat beberapa tahun berikutnya.

Layanan gojek menawarkan kemudahan serta kecepatan dengan bekerja sama dengan para tukang ojek di bawah naungan perusahaan GO-JEK.

GO-JEK semakin berkembang setelah pada tahun 2014 mendapat suntikan dana dari perusahaan investasi asal Singapura yaitu Northstar Group.

Perkembangan positif perusahaan membuat perusahaan ojek milik Nadiem Makarim tersebut juga mendapat suntikan dana pada tahun yang sama dari dua perusahaan yakni Redmart Limited dan Zimplistic Pte Ltd.

GO-JEK semakin terkenal pada tahun 2015 ketika merilis aplikasi mobilenya sehingga makin banyak menarik minat pelanggan baru yang menggunakan jasanya. Ia sendiri benar-benar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kemudahan pelanggan menggunakan jasanya.

Nomor Satu
Segala inovasi ia lakukan sehingga bisnisnya kemudian banyak diliput oleh media sebagai perusahaan yang merevolusi transportasi ojek.

Berkat kerja keras Nadiem Makarim, Pendiri GO-JEK dan para karyawan serta drivernya, kini merupakan salah satu perusahaan teknologi jasa transportasi nomor satu di Indonesia.

Perusahaan ini kini melayani lebih dari 50 kota di Indonesia dan memiliki lebih dari 300 ribu driver yang tersebar di Indonesia.

Nilai kapitalisasi perusahaan GO-JEK kini mencapai lebih dari Rp 53 triliun. Hal tersebut menjadikan perusahaan ini sebagai salah satu perusahaan unicorn atau perusahaan rintisan (startup) yang kini memasuki level decacorn yakni perusahaan dengan nilai valuasi lebih dari 10 miliar dollar.

Menjadi Menteri Pendidikan
Setelah lama menjadi CEO GO-JEK, kemudian pada bulan Oktober 2019 ia kemudian memilih mengundurkan diri dari perusahaan yang ia sudah bangun selama bertahun-tahun. Walaupun memutuskan mundur, Nadiem Makarim masih memiliki saham sekitar 4,81 persen.

Setelah mundur, Nadiem Makarim kemudian ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Indonesia Maju tahun 2019 hingga 2024.

Dilansir dari majalah Globe Asia, pria lulusan Harvard University itu kini memiliki total kekayaan senilai 100 juta dollar Amerika atau sekitar Rp 1.4 triliun. Kekayaannya ini berasal dari saham yang ia miliki di GO-JEK. (Biografiku.com/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments