Selasa, 15 Okt 2019
  • Home
  • Profil
  • Mulai Bisnis di Bagasi Mobil, Chuck Surack Raup Rp 10 T Jual Alat Musik
  • Home
  • Profil
  • Mulai Bisnis di Bagasi Mobil, Chuck Surack Raup Rp 10 T Jual Alat Musik

Mulai Bisnis di Bagasi Mobil, Chuck Surack Raup Rp 10 T Jual Alat Musik

admin Minggu, 04 Agustus 2019 10:04 WIB
Chuck Surack
Jakarta (SIB) -Chuck Surack adalah seorang pemilik dinasti ritel online dalam menjual alat musik dan peralatan radio di Amerika Serikat, Sweer Water Sound. Kesuksesan Chuck ini dimulai dari belakang mini van volkswagennya.

Jauh di tahun 1979 saat Chuck berumur 22 tahun, ia menciptakan sebuah studio rekaman darurat di belakang mini vannya dan mengemudi mengelilingi kawasan Fort Wayne, Indiana, dan membuka jasa rekam bagi band-band lokal, paduan suara dan penyanyi.
"Saya tahu dari pengalaman band saya bahwa membayar untuk ruang studio sangat mahal," katanya memberi alasan.

Pria kelahiran Waverly, Ohio ini melengkapi studio portabelnya dengan berbagai alat rekam, mulai dari tape recorder reel-to-reel yang dapat merekam dari empat mikrofon sekaligus. Hingga pencampuran suara dalam bentuk rekaman fisik. Dia akan mengubah rekaman menjadi album dan kaset untuk para kliennya, bahkan Chuck juga berikan diskon lebih dari studio rekaman tradisional.

Penjualan synthesizer Kurzweil K250 (sebuah keyboard piano) pada tahun 1984 membuka pintu baginya untuk menjadi dealer alat musik kelas atas. Pada awal 1990-an, Sweetwater Sound telah berevolusi dari studio rekaman menjadi dealer alat musik dan peralatan audio.

Tidak lupa mengikuti perkembangan zaman, Chuck membuat sebuah situs web pada tahun 1994 untuk memperluas penjualannya. Kini, ekitar 60% dari penjualan berasal dari situs web, sisanya datang melalui pesanan langsung ke tokonya. Toko ritel offlinenya berhasil membukukan penjualan sebesar US$ 13 juta per tahun.

"Ini sangat awal di dunia internet, jadi kami menggunakannya terutama untuk mendidik orang tentang instrumen kami. Kami adalah dealer untuk 100 merek pada saat itu," katanya.

Bagi Chuck, yang kini berusia 62 tahun, merawat karyawannya jauh lebih dari sekadar memberikan gaji untuk mereka. "Aku ingin menjadi Chuck untuk semua orang. 'Tuan Surack' adalah ayahku," katanya.

Sweetwater Sound mempekerjakan sekitar 500 tenaga penjualan, semua karyawannya memiliki latar belakang musisi atau memiliki pengalaman teknis dalam menciptakan musik. Di kantor pusatnya, Chuck memberikan karyawannya studio rekaman dan teater dengan 250 kursi. Karyawannya juga diberikan fasilitas kafetaria dengan makanan bersubsidi, salon dan spa, hingga klinik kesehatan yang gratis.

Keunikan lainnya dari seorang Chuck adalah pendekatan yang dilakukan kepada pelanggan. Setiap struk pesanan berisi catatan terima kasih yang dilengkapi dengan tanda tangannya, pelanggan pun diberikan beberapa permen setiap habis membayar. Surack percaya bahwa tingkat layanan pelanggan inilah yang membedakan bisnisnya dari Amazon (AMZN) dan penjual alat musik lainnya.

"Amazon melakukan pekerjaan yang fenomenal untuk mendapatkan pesanan Anda dalam satu hari. Tapi yang tidak dilakukan Amazon adalah menawarkan perhatian pribadi kepada pelanggan, menjawab pertanyaan apa pun yang mereka miliki atau mendidik mereka tentang produk," ungkap Chuck.

Chuck juga dikenal sebagai seorang dermawan, bahkan salah satu anak usahanya Longe Optical, berada di ambang pemberhentian 40 karyawannya dan mau ditutup saat Chuck masuk dan membeli bisnis ini pada 2012.

Kedermawanan Chuck, juga dibenarkan oleh Tom Henry, Wali Kota Fort Wayne, katanya Chuck telah menjadi contoh kesuksesan wirausaha di dalam kotanya. Bukan cuma itu, Chuck juga berkontribusi pada pembangunan Kebun Binatang Anak-anak Fort Wayne, dan Fort Wayne Philharmonic. Henry juga mengatakan Chuck ikut fokus membantu perluasan komitmen kotanya terhadap seni dan kesehatan mental.

Chuck juga memperluas perusahaannya, bukan cuma soal musik saja, sekarang dia memiliki selusin bisnis lain di Fort Wayne dengan merek Sweetwater. Ada SweetCars, dealer mobil mewah, bisnis piagam pribadi Sweet Aviation dan Sweet Helicopters, bahkan optik bernama Longe Optical.

Chuck mengatakan perusahaannya menguntungkan dan meningkatkan penjualan sebesar 20% hingga 25% per tahun. Penjualan tahunannya sekarang sebesar US$ 725 juta alias Rp 10,1 triliun (dalam kurs Rp 14.000) untuk bisnis musik saja, dia yakin tidak lama lagi perusahaannya bisa meraih pendapatan $ 1 miliar.

Kini Sweetwater Sounds telah menjual 3.300 gitar, 37.000 pick gitar, 830 keyboard, 460 drum kit, dan 5.300 mikrofon setiap minggu. Setidaknya, dalam seminggu perusahaan ini mengirimkan sekitar 41.000 pesanan.(detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments