Sabtu, 19 Sep 2020
  • Home
  • Profil
  • Kalapas Siantar Porman Siregar, Berbenah untuk Kreativitas Warga Binaan

Kalapas Siantar Porman Siregar, Berbenah untuk Kreativitas Warga Binaan

Minggu, 01 Maret 2020 17:31 WIB
Foto:SIB/Dok

Porman Siregar saat bercengkarama dengan para napi di ruang tamu Lapas Siantar. 

Simalungun (SIB)
Porman Siregar merupakan sosok pemimpin pekerja keras yang banyak membuat perubahan yang sangat pesat walau baru 1 tahun 4 bulan menjadi Kalapas (Kepala Lembaga Pemasyarakatan) kelas IIA Pematangsiantar.

Porman yang dijumpai wartawan di kantornya dalam acara "Media Gatering" Kamis (27/2) bercerita, ia memulai karirnya sebagai petugas Lapas sejak 1993 di Rutan Kota Batam, lalu ia dimutasi ke Lapas Tanjung Gusta Medan.

Setelah 6 tahun bertugas di Lapas Medan, kemudian dipindahkan ke Lapas Padang Sidimpuan. Selama 1 tahun 7 bulan bertugas di Sidimpuan lalu dilantik menjadi Kalapas Kelas IIA Siantar.

"Selama 6 bulan saya di sini tugas pertama melakukan pembenahan secara internal sesama pegawai, kemudian membenahi administrasi dan pembenahan terhadap pelayanan kepada warga binaan dan publik," sebut Porman.
Jebolan Universitas Sumatera Utara baik S1 dan S2 itu, memiliki tiga putra dari perkawinannya dengan istri tercintanya Masita Tanjung bekerja sebagai dosen di USU Medan.

Putra kelahiran Gunungtua tahun 1971 itu, mengaku banyak mendapat pengalaman dalam membina bawahan dan warga binaan dengan pendekatan pribadi. "Saya berusaha dekat dengan para napi melalui pendekatan keagamaan seperti melaksanakan sholat magrib dan sholat subuh dan sering ngopi bareng sambil ngobrol dengan mereka," ucap Porman dan tak jarang para napi meneteskan air mata jika dirinya tampil sebagai penceramah.

Seperti diketahui berbagai perubahan yang dilakukan Porman selama bertugas di Lapas Siantar antara lain, pendirian tiga rumah ibadah yang cukup luas dan besar seperti gereja, masjid dan vihara untuk dimanfaatkan tidak kurang dari 2200 warga binaan. Berbenah untuk kreativitas warga binaan.

Kemudian pengadaan tempat berkreasi para napi seperti pabrik roti, salon kecantikan, barber shop, menjahit baju, menenun ulos, bengkel las dan pertanian. "Lapas Siantar telah menyetor PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) kepada negara mencapai Rp 56 juta per tahun dari hasil usaha kreatif yang dikelola langsung oleh warga binaan dan didanai oleh keuangan koperasi Lapas Siantar," ucap Porman Siregar.

Ditambahkannya, setelah beroperasinya rumah makan "Saung Dulur" yang bekerjasama dengan pihak ketiga, kini pihaknya sedang giat membangun kolam pancing ikan yang terbuka untuk umum dan pengadaan 30 ekor ternak sapi yang akan dikelola warga binaan dan juga pembiayaannya bersumber dari dana koperasi Lapas Siantar. (S03/f)


T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments