Sabtu, 24 Agu 2019
  • Home
  • Profil
  • Guru Harus Jadi Lokomotif Pembelajaran Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan
  • Home
  • Profil
  • Guru Harus Jadi Lokomotif Pembelajaran Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan

Dekan FKIP Drs TB Pakpahan MPd pada Yudisium Mahasiswa Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli:

Guru Harus Jadi Lokomotif Pembelajaran Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan

* Peroleh IP Tertinggi, Toni Pakpahan Mahasiswa UNITA eks STKIP Santa Maria Sibolga Mensyukuri Pertolongan Tuhan
Rabu, 03 Desember 2014 18:21 WIB
Editan brt dan teks foto utk hl i hlm 16 0Berita Yudicium 178 Mahasiswa FKIP UNITA/usul 16


- Dekan FKIP Drs TB Pakpahan MPd pada Yudisium Mahasiswa Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli:
Guru Harus Jadi Lokomotif Pembelajaran Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan
* Peroleh IP Tertinggi, Toni Pakpahan Mahasiswa UNITA eks STKIP Santa Maria Sibolga Mensyukuri Pertolongan Tuhan


Desa Silangit (SIB)
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (KIP) Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) Drs TB Pakpahan MPd menyampaikan, peran guru harus mampu jadi lokomotif pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan bagi peserta didiknya.
“Guru dituntut sebagai ujung tombak pembelajaran serta dituntut agar mampu menyajikan proses pembelajaran dengan strategi yang memungkinkan anak menjadi inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan,” kata TB Pakpahan pada acara pelepasan yudisium 178 mahasiswa/i Fakultas KIP Tahun Akademik 2014/2015 di Auditorium Kampus UNITA Desa Silangit Taput, Senin (1/12).
Menurut TB Pakpahan, seorang yang menyandang gelar Sarjana Pendidikan (SPd) atau guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan yang akan dituntut untuk menguasai materi pelajaran sekaligus terampil dalam menyampaikan materi tersebut kepada siswa.
Dikatakan, lokomotif pembelajaran inovatif dan kreatif adalah gambaran siswa yang diarahkan dalam penalaran, kritis, mengemukakan ide serta melahirkan karya nyata yang walaupun ide tersebut sederhana. Sedangkan lokomotif pembelajaran efektif dapat digambarkan bahwa seorang guru harus senantiasa menumbuhkan sikap-sikap positif terhadap siswa.
Sedangkan lokomotif pembelajaran yang menyenangkan adalah ketika siswa betah atau suka di sekolah tersebut serta memiliki buku-buku bacaan yang memadai. “Siswa senang belajar di kelas karena yakin akan mendapatkan hal-hal baru setiap harinya, baik dari guru maupun dari teman-temannya,” ujar TB Pakpahan.
Dia berharap, para alumni Fakultas KIP yang nantinya akan terjun ke lapangan memiliki konsep praktik mengajar yang berpusat pada siswa sebagaimana yang diajarkan para dosen di UNITA sebab belajar seyogianya sebuah proses yang menyenangkan sekaligus mencerahkan.
Sebelum yudisium dilaksanakan, digelar upacara nasional dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selain itu, Rogantina SP MPd (dosen) membacakan laporan kegiatan yudisium sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku di UNITA.
Mahasiswa/i yang terbagi dalam 4 program studi yang telah mengikuti meja hijau dan dinyatakan lulus yakni, Prodi Matematika 65 orang, Prodi Bahasa Inggris 65 orang, Prodi Bahasa Indonesia 36 orang dan Prodi PPKN 12 orang.
Sementara Rektor UNITA Ir Adriani Siahaan MP dalam sambutannya mengatakan, yudisium adalah sebuah proses akademik yang menyangkut penerapan nilai dan kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik. “Yudisium bukanlah akhir dari segalanya, tingkatkanlah selalu semangat dan prestasi, pesannya.
MAHASISWA UNITA EKS SANTA MARIA SIBOLGA PEROLEH IP TERTINGGI
Wajah penuh senyum terpancar dari para sarjana baru dari setiap Prodi Fakultas KIP menjadi seorang sarjana. Pada yudisium kali ini alumni yang mendapatkan nilai Indeks Prestasi (IP) tertinggi berasal dari Prodi Bahasa Inggris atas nama Toni Pakpahan SPd mahasiswa UNITA eks Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Santa Maria Sibolga dengan IP 3,73.
Toni Pakpahan yang memilih ikut bergabung menjadi mahasiswa UNITA pasca dihentikannya operasional STKIP Santa Maria Sibolga, dalam sambutannya mewakili alumni mengatakan, para alumni diharapkan menjadi lulusan yang berguna dan menjadi seorang pemenang. “Salah satu yang saya banggakan adalah, UNITA memiliki dosen-dosen yang berkualitas untuk membimbing dan mendidik mahasiswa/i sehingga pada saat ini sudah banyak mahasiswa/i UNITA ini yang menjadi tokoh-tokoh pendidikan dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Toni pun mengungkapkan keharuannya terhadap keberadaan Yayasan UNITA sebab masih ada yang memerdulikan mereka. “Saya sangat bersyukur sebab masih ada UNITA yang dipilih Tuhan untuk menolong kami sehingga kami diwisuda oleh UNITA,” ucapnya terharu.
Di akhir acara, para alumni memberikan cinderamata sebagai penghargaan kepada fungsionaris Prodi serta ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan berfoto bersama para alumni dan fungsionaris Prodi dan panitia sebelum menikmati makan bersama. (E2/d)



FOTO BERSAMA: Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (KIP) Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) Drs TB Pakpahan MPd didampingi fungsionaris dari setiap masing-masing Prodi foto bersama peserta didik eks STKIP Santa Maria Sibolga pada acara pelepasan yudisium Fakultas KIP di Auditorium Kampus UNITA Desa Silangit Taput, (1/12). (Foto SIB/Anwar Lubis)


Foto 2: 2kol edit teks.


CINDERAMATA: Salah seorang utusan alumni mahasiswa saat memberikan cinderamata kepada Rektor UNITA Ir Adriani Siahaan MP pada acara pelepasan yudisium Fakultas KIP di Auditorium Kampus UNITA Desa Silangit Taput, (1/12). (Foto SIB/Anwar Lubis)


Foto 3: 2kol edit teks.


IP TERTINGGI: Alumni Prodi Bahasa Inggris UNITA (eks STKIP Santa Maria Sibolga), Toni Pakpahan SPd, yang memperoleh nilai Indeks Prestasi  tertinggi dengan IP 3,73 menyampaikan sambutan mewakili para alumni mengucapkan syukurnya pada acara pelepasan yudisium Fakultas KIP di Auditorium Kampus UNITA Desa Silangit Taput, (1/12). (Foto SIB/Anwar Lubis)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments