Sabtu, 25 Mei 2019
  • Home
  • Profil
  • Dari Tukang Cuci Menjadi Crazy Rich Tanjung Priok
  • Home
  • Profil
  • Dari Tukang Cuci Menjadi Crazy Rich Tanjung Priok

Ahmad Sahroni,

Dari Tukang Cuci Menjadi Crazy Rich Tanjung Priok

admin Minggu, 12 Mei 2019 11:14 WIB
Ahmad Sahroni
Bagi orang yang suka dunia politik, pasti tidak asing dengan nama Ahmad Sahroni. Anggota DPR Jakarta Utara ini merupakan orang kaya yang dikenal dengan julukan crazy rich Tanjung Priok dan ketua klub Ferrari Indonesia dengan berbagai koleksi mobil mewah. Selain di dunia politik dia juga aktif berbisnis di berbagai bidang.

Namun siapa sangka jauh sebelum ia menjadi seorang milyarder, perjuangan hidup yang ia lalui cukup berat dan panjang.

Ahmad Sahroni dilahirkan 8 Agustus 1977 di Jakarta. Ia berasal dari keluarga yang bisa dikatakan cukup pas-pasan. Bukan seorang dari keluarga kaya raya yang hidup mewah. Ibunya bernama Hernawaty yang bekerja sebagai seorang penjual nasi padang di daerah pelabuhan Tanjung Priok. Ia tinggal bersama dengan ibu dan neneknya.

Sejak kecil, Sahroni tidak terlalu mengenal sosok ayahnya. Maklum, karena masalah ekonomi, orangtua bercerai. Ibunya berasal dari daerah Pariaman, Sumatera Barat pun menikah lagi. Dia memiliki adik tiri dari suami ibunya yang bernama Heri Sutanto.

Saat di sekolah dasar, Sahroni pernah bekerja sebagai tukang semir sepatu dan ojek payung hingga tukang es campur untuk membantu kehidupan keluarganya serta membiayai sekolahnya.

Bakat kepemimpinannya sudah terlihat sejak di bangku SMA. Dia sempat menjadi ketua Osis di SMA Baru Cilincing. Lulus sma tahun 1995 dan dia tidak bisa melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah.

Ia memutuskan untuk bekerja di daerah pelabuhan Tanjung Priok. Dia bekerja sebagai buruh kasar. Setelah itu ia kemudian menjadi supir 'tembak' dengan gaji seiklasnya di PT Millenium Inti Sentosa.

Setelah beberapa tahun menggeluti profesi sebagai seorang supir, Ahmad Sahroni kemudian memutuskan keluar dari perusahaan tersebut. Ia kemudian bekerja sebagai tukang cuci piring di sebuah kapal pesiar Century yang berbendera Amerika Serikat. Di sana, selama tiga bulan bekerja ia bisa berkunjung ke berbagai negara secara gratis.

Setelah itu, ia kemudian kembali ke Indonesia dan bekerja menjadi seorang pelayan di sebuah restoran di bilangan Jakarta. Hanya beberapa bulan saja, Roni kemudian memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya tersebut.

Ia akhirnya kembali ke pekerjaan lamanya menjadi seorang supir tapi kali ini sebagai supir bos. Sembari bekerja sebagai seorang supir, Ahmad Sahroni juga mempelajari bagaimana bosnya bisa menghasilkan uang melalui perusahaan yang ia kelola. Ia mempelajari bagaimana perusahaan mencari pelanggan, membeli BBM hingga mengisinya ke kapal.

Dalam buku biografi Ahmad Sahroni: Anak Priok Meraih Mimpi, ia menceritakan bahwa suatu waktu, bosnya pernah menantang Sahroni untuk menagih utang klien perusahaan yang sudah lama tidak dibayar dengan imbalan akan diangkat sebagai pegawai tetap perusahaan. Berkat kemampuan dan strateginya, Sahroni berhasil melakukan penagihan kepada klien perusahaan tersebut.

Inilah titik balik dari hidupnya. Pada tahun 2001, Ahmad Sahroni resmi diangkat sebagai pegawai tetap di perusahaan. Roni termasuk pria yang mau belajar dan bekerja keras. Sehingga semua pekerjaannya dilakukan dengan ikhlas. Ketika menjadi karyawan, dia tidak pernah menyia-nyiakan hal itu.

Berkat kerja kerasnya itu, tidak butuh waktu lama hanya dalam jangka dua tahun saja ia sudah menduduki posisi sebagai seorang direktur perusahaan berkat kemampuannya dalam menyelesaikan pekerjaan penting.

Dia mencoba belajar dan mencari informasi tentang mendirikan sebuah perusahaan. Setelah pengalaman dan pengetahuannya sudah cukup banyak, Ahmad Sahroni kemudian memutuskan untuk keluar dari PT Millenium Inti Sentosa walaupun kala itu posisinya sudah sangat bagus.

Mendirikan Bisnis Rental Kapal
Ia kemudian mendirikan perusahaan sendiri berbekal pengalamannya beberapa tahun di perusahaan sebelumnya. Karirnya semakin sukses dengan mendirikan bisnis rental kapal. Dia mendirikan perusahaan dari bantuan pemodal.

Namun bisnisnya tidak berjalan mulus. Dia mengalami naik turun untuk menjalankan bisnis ini bahkan pernah ditipu hingga harus menanggung utang yang cukup banyak kala itu. Sampai akhirnya di tahun 2004, bisnisnya sukses di bawah naungan PT Eka Samudra Lima.

Ia kemudian juga mendirikan perusahaan PT Ruwanda Satya Abadi. Modal kepercayaan klien sangat dijaga oleh Ahmad Sahroni sehingga banyak bekas klien dari perusahaan tempat ia dulu bekerja menjadi pelanggan di perusahaannya. Selain menjadi bos penyuplai BBM terbesar di Tanjung Priok, Ahmad Sahroni juga melebarkan bisnisnya di bidang properti.

Setelah sukses di dunia bisnis. Dia mencoba terjun di dunia politik dengan bergabung di Partai Nasdem yang didirikan oleh Surya Paloh. Dia berhasil mendapatkan kursi untuk menduduki di DPR RI sampai tahun 2019 ini dengan semua kesuksesannya.

Dia tetap menjadi seorang pribadi yang humble. Dia ramah dengan siapapun, bahkan tidak malu untuk makan di warung pinggiran.

Sampai besar dia tidak kenal dengan ayahnya. Karena sejak dia kecil, ayahnya sudah meninggalkan ibunya. Walaupun tumbuh besar tanpa kasih sayang ayahnya.

Dia menjadi pribadi yang kuat dan pantang menyerah. Dia sudah menjadi tulang punggung keluarganya sejak kecil. Hingga kini sukses dan menjadi salah satu orang kaya di Indonesia.

Walaupun karirnya sudah sukses, dia tetap tinggal di daerah Tanjung Priok. Di tempat dia dibesarkan. Rumahnya sangat besar dan luas, seperti istana. Memiliki luas sekitar 400 meter dengan 4 lantai. Di rumahnya juga terdapat lift untuk akses naik turun lantai.

Dari masa lalunya, membuat dia lebih menyayangi anak-anaknya. Kedua anaknya sudah tumbuh besar dan dia tidak ingin jauh dengan anaknya.

Dengan pekerjaan yang super sibuk, dia tetap menyisihkan waktunya untuk keluarga. Selain itu dia juga sosok yang sangat taat beribadah.

Dalam kehidupan pribadinya, Ahmad Sahroni menikah dengan Feby Belinda dan mempunyai anak bernama Roffbell Arabella.

Selain menjadi orang kaya di bidang bisnis dan politik, dia juga sangat suka dengan mobil sport. Di garasi rumahnya terparkir banyak koleksi mobil sport dari Lamborgini hingga mobil Ferrari.

Maklum, Ahmad Sahroni sangat menyukai mobil mewah. Tak heran jika ia dipilih sebagai ketua klub Ferrari Indonesia dan pernah menjadi ketua klub Mercedes Indonesia. (Biografiku.com/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments