Sabtu, 07 Des 2019
  • Home
  • Profil
  • Adian Napitupulu, Aktivis yang Jadi Wakil Rakyat
  • Home
  • Profil
  • Adian Napitupulu, Aktivis yang Jadi Wakil Rakyat

P R O F I L

Adian Napitupulu, Aktivis yang Jadi Wakil Rakyat

admin Minggu, 26 Mei 2019 09:33 WIB
Adian Yunus Yusak Napitupulu
Adian Yunus Yusak Napitupulu atau biasa dikenal dengan Adian Napitupulu adalah seorang anggota DPR dari PDI Perjuangan. Sebelum menjadi politisi, Adian lebih dulu dikenal sebagai seorang aktivis politik dan pergerakan mahasiswa dengan sebutan parlemen jalanan yang digagasnya.

Lahir dari pasangan Ishak Parluhutan Napitupulu dan Soeparti Esther, pada masa kecilnya Adian sering berpindah-pindah kota untuk mengikuti dinas ayahnya yang merupakan pegawai negeri sipil dan sempat menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri di beberapa kota. Ketika Adian masih berumur 10 tahun, sang ayah meninggal dunia ketika menjabat di Kejaksaan Agung RI dan membuat Adian akhirnya tinggal di Jakarta.

Sebagai seorang aktivis, lelaki kelahiran Manado, 9 Januari 1971 ini memiliki rekam jejak yang cukup panjang dalam keterlibatannya dengan berbagai aksi. Pada tahun 1991, Adian sempat ditangkap dan ditahan ketika menjadi buruh di sebuah pabrik kayu karena keterlibatannya dalam 5 kali demonstrasi dan pemogokan di pabrik, Adian kemudian diberhentikan dengan tidak hormat.

Adian Napitupulu kuliah di Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Cawang, Jakarta dan mengambil jurusan hukum. Pada tahun 1992 dia mendaftarkan diri sebagai anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di kampus tersebut dan kemudian mendirikan kelompok diskusi ProDeo pada tahun 1994.

Pada tahun 1995, Adian terpilih menjadi senat mahasiswa UKI dan melibatkan diri dalam berbagai pergerakan mahasiswa yang dilakukan pada masa itu. Tercatat, Adian mengikuti demonstrasi solidaritas terhadap Sri Bintang Pamungkas yang membuatnya ditangkap dan diinterogasi oleh polisi.

Keterlibatan Adian dengan PDI dan Megawati mulai terjadi pada tahun 1996. Pada saat itu, dia mendirikan posko Pemuda Mahasiswa Pro Megawati yang merupakan satu-satunya organisasi non PDI yang memberikan dukungannya pada Megawati Soekarno Putri usai kejadian penyerbuan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996.

Dukungan yang diberikan Adian ini diwujudkan dengan mengumpulkan sejumlah kawan-kawannya sesama aktivis untuk menggalang demonstrasi solidaritas. Demonstrasi pertama dilakukannya pada 28 Oktober 1996 di Gedung Sumpah Pemuda yang kemudian menyebabkan Adian ditangkap dan diinterogasi kembali oleh kepolisian.

Akhir tahun 1996, Adian bersama kawan-kawannya membentuk Lembaga Bantuan Hukum Nusantara (LBHN) Jakarta. Salah satu bantuan yang diberikan oleh lembaga ini adalah pengorganisasian terhadap Korban SUTET di Desa Cibentang, Parung Jawa Barat. Pada tahun 1997, akibat aksi bantuannya ini, Adian mendapat penganiayaan.

Pada Pemilu 1997, Adian kembali mengalami penganiayaan akibat menolak paksaan menggunakan suatu lambang partai. Beberapa minggu kemudian, Adian mulai berpindah-pindah dan tidak berkantor tetap di LBHN sebab kondisi politik yang tidak stabil kala itu.

Tahun 1998, Adian mulai semakin diperhitungkan karena terlibat pada pendirian Komunitas Mahasiswa se-Jabodetabek bernama Forum Kota. Organisasi ini berisi 16 kampus dan merupakan dua organisasi mahasiswa pertama yang menduduki gedung DPR/MPR senayan pada 18 Mei 1998.

Adian yang alumni SDN 01 Ciganjur Jakarta, SMP Negeri 166 Jakarta dan SMA Negeri 55 Jakarta ini memiliki berbagai macam kegiatan dan baru dapat menyelesaikan studi S1-nya pada tahun 2007.

Usai tumbangnya Orde Baru, Adian terus terlibat dalam berbagai gerakan serta aktivitas yang pro rakyat. Pada tahun 2009, Adian mendirikan organisasi Bendera (Benteng Demokrasi Rakyat). Bendera dikenal sebagai organisasi yang melakukan protes dan mogok makan sebagai bentuk solidaritas atas nasib kaum buruh pada tahun 2012.

Pada tahun 2009, Adian sempat mendaftar menjadi calon anggota DPR melalui PDI Perjuangan namun ternyata dia belum lolos ke Senayan pada waktu itu. Akhirnya pada tahun 2014, Adian Napitupulu berhasil duduk menjadi anggota DPR dari PDI Perjuangan dari Dapil Jabar V.

Pada pemilu 2019, Adian maju kembali di dapil yang sama. Di dapil ini, Adian bersaing dengan politisi Partai Gerindra Fadli Zon. Berdasarkan hasil rekapitulasi suara KPU, Adian Napitupulu meraih 80.228 suara.

Tidak banyak yang diketahui dari kehidupan pribadi seorang Adian Napitupulu. Pria berusia 48 tahun ini telah menikah dengan Dorothea Eliana Indah Wardana yang juga mantan aktivis mahasiswi. Mereka telah dikaruniai dua orang anak bernama Achilles Alvaro Adian Napitupulu dan Aurora Alethea Adian Napitupulu. (Merdeka.com/Wikipedia/R5/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments