Senin, 22 Apr 2019
  • Home
  • Profil
  • Abutment Jembatan Gantung di Bandar Khalipah Retak, Masyarakat Minta Jembatan Dibangun Permanen
  • Home
  • Profil
  • Abutment Jembatan Gantung di Bandar Khalipah Retak, Masyarakat Minta Jembatan Dibangun Permanen

Terungkap Saat Reses Anggota DPRDSU Wasner Sianturi

Abutment Jembatan Gantung di Bandar Khalipah Retak, Masyarakat Minta Jembatan Dibangun Permanen

admin Jumat, 18 Januari 2019 16:50 WIB
SIB/Robert Banjarnahor
TINJAU JEMBATAN: Anggota DPRDSU Wasner Sianturi bersama warga meninjau jembatan gantung di Dusun Sontul Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalipah Kabupaten Sergai yang kondisinya memprihatinkan. Warga meminta jembatan tersebut diganti dengan jembatan permanen
Sergai (SIB) -Keluhan masyarakat soal keberadaan jembatan gantung yang kondisinya cukup memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga yang melintas, serta keberadaan jalan usaha tani yang hancur-hancuran terungkap saat reses anggota DPRDSU Wasner Sianturi.

"Kami minta jembatan gantung dan jalan usaha tani yang ada di desa kami ini dapat segera dibenahi. Jembatan gantung tersebut supaya diganti dengan jembatan permanen, demikian jalan usaha tani yang nyaris tak bisa dilalui lagi supaya diperbaiki," ungkap Edisman Situmorang menyampaikan keluhan warga pada reses II anggota DPRDSU Dapil IV Wasner Sianturi di Dusun Sontul Desa Juhar, Kecamatan Bandar Kalipah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kamis (17/1).

Mendapat laporan tersebut, Wasner Sianturi bersama warga pada hari itu juga langsung meninjau lokasi yang dimaksud dengan menaiki sepeda motor, karena untuk menuju lokasi hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua. Sesampainya di lokasi jembatan, warga menjelaskan bahwa jembatan gantung sepanjang 300 meter yang membelah alur Sungai Padang di wilayah setempat merupakan jalur yang menghubungkan antar desa dan kecamatan.

Di ujung jembatan warga pun menunjukkan Abutment jembatan (pondasi di ujung pilar jembatan) yang sudah retak serta tali sling yang kekuatannya semakin diragukan. Sehingga sewaktu-waktu mengancam keselamatan warga yang melintas. Sebelum mengambil korban jiwa, jembatan gantung ini harus segera diganti dengan jembatan permanen yang lebih kuat. Setiap harinya jembatan ini ramai dilintasi untuk mengangkut hasil pertanian warga.

Dari lokasi jembatan, mereka pun menuju jalan usaha tani sepanjang 4 kilometer yang kondisinya rusak parah. Bila musim hujan, jalan yang dipenuhi lubang tersebut menjadi licin sehingga sama sekali sulit dilalui. Padahal, ada sekitar 800 hektar lebih areal persawahan milik warga di wilayah setempat.

Pada kesempatan tersebut, politisi asal PDI P ini mengaku prihatin dengan kondisi jembatan gantung dan jalan usaha tani tersebut dan berjanji akan memperjuangkan pembangunannya. Bahkan, ia menyebut bahwa Dusun Sontul di Desa Juhar ini merupakan daerah yang tertinggal dibandingkan dusun lainnya. "Bagaimana perekonomian warga bisa meningkat jika infrastruktur yang ada tidak mendukung. Usulan warga akan kita perjuangkan," tegas Wasner. (C-08/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments