Jumat, 19 Jul 2019
  • Home
  • Profil
  • Program Jokowi Bangun 1 Juta Rumah Dimulai 30 April 2015
  • Home
  • Profil
  • Program Jokowi Bangun 1 Juta Rumah Dimulai 30 April 2015

Program Jokowi Bangun 1 Juta Rumah Dimulai 30 April 2015

*Pemerintah Juga Bantu DP KPR Rp 4 Juta
Kamis, 12 Maret 2015 21:26 WIB
Jakarta (SIB)- Program pembangunan 1 Juta Rumah Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin mendekati tahap realisasi. Peletakan batu perdana mega proyek ini akan dilakukan pada 30 April 2015.

"Groundbreaking akan kita lakukan serentak pada 30 April 2015. Itu kita lakukan nasional," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sebelum menghadiri Rakornas Perum Perumnas 2015 di Kantor Pusat Perumnas, Jakarta Timur, Rabu (11/3).

Peletakan batu pertama atau groundbreaking mencakup pembangunan 211.000 hunian sebagai tahap pertama program 1 Juta rumah yang sempat mengalami beberapa kali perubahan penetapan target.

Dimulainya pembangunan 211.000 rumah pada 30 April 2015 tersebut terbagi dalam sejumlah kelompok berdasarkan pihak pengembang yang akan diberikan tanggung jawab pembangunan. "Sekitar 211.000 rumah serentak di seluruh Indonesia," katanya.

Rencana ini memang  sedikit mundur dari rencana awal pemerintah yang menargetkan mulai groundbreaking awal Maret 2015. Dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek ini mencapai Rp 75 triliun.

Dalam rangka mendukung Program 1 Juta Rumah itu, Kementerian PUPR akan memulai program bantuan uang muka (DP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar Rp 4 juta pada pertengahan April 2015.

Melalui bantuan ini, diharapkan MBR bisa lebih mudah mendapatkan hunian dengan cara mencicil. MBR yang bisa ikut program ini adalah calon pembeli rumah tapak dengan gaji maksimal Rp 4 juta/bulan, dan calon pembeli Rusun (rumah susun) dengan gaji maksimal Rp 7 juta/bulan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus mengatakan saat ini ketentuan teknis program ini masih didiskusikan bersama dengan Menteri Keuangan terkait mekanisme anggarannya. Harapannya ketentuan teknisnya selesai akhir bulan ini.

"Kita targetkan akhir bulan ini selesai. Bisa diterapkan mungkin awal (April), atau pertengahan April. Tapi kita rencanakan semua legal infrastrukturnya sudah selesai akhir bulan ini," katanya di Rakornas Perum Perumnas 2015 di Kantor Pusat Perumnas.

Ia mengatakan program KPR untuk MBR ini masuk dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau subsidi bunga KPR. Pemerintah juga melalui bank BUMN yaitu BTN menyiapkan program DP KPR hanya 1% dari sebelumnya hanya 5% per tahun. Selain itu, dalam FLPP juga ada rencana pemangkasan bunga kredit FLPP dari 7,25% flat 20 tahun menjadi hanya 5% per tahun flat 20 tahun.

"Peraturan menteri PUPR-nya harus ada yang mengatur suku bunga 5%, uang muka dan juga porsi FLPP. Itu kan harus dicantumkan pada peraturan Kementerian PUPR," katanya.

Program FLPP hanya salah satu cara pemerintah menargetkan pembangunan 1 juta hunian di 2015.

 Pihak swasta juga dilibatkan untuk membangun rumah komersial dan subsidi. Khusus untuk bantuan uang muka, pemerintah telah menganggarkan dalam APBN-P 2015 sebesar Rp 220 miliar.(detikfinance/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments