Jumat, 24 Mei 2019
  • Home
  • Profil
  • Klinik Ebola di Liberia Diserang, 17 Pasien Kabur
  • Home
  • Profil
  • Klinik Ebola di Liberia Diserang, 17 Pasien Kabur

Klinik Ebola di Liberia Diserang, 17 Pasien Kabur

Selasa, 19 Agustus 2014 10:44 WIB
Monrovia (SIB)- Sejumlah pemuda yang membawa pentungan menyerang pusat karantina Ebola di Liberia. Akibatnya, 17 pasien Ebola panik melarikan diri. Insiden ini merupakan pukulan baru bagi upaya pemerintah Liberia untuk menanggulangi wabah Ebola di negeri itu.

"Mereka membobol pintu dan menjarah tempat tersebut. Seluruh pasien telah pergi," tutur Rebecca Wesseh yang menyaksikan penyerangan tersebut di kawasan kumuh West Point, Monrovia, ibukota Liberia, seperti dilansir AFP, Senin (18/8).

Serangan ini menandai tantangan yang dihadapi otoritas kesehatan terhadap wabah Ebola yang muncul di Afrika Barat pada awal tahun ini. Para dokter dan perawat bukan hanya memerangi penyakit mematikan itu, namun juga ketidakpercayaan di masyarakat, khususnya terkait rumor bahwa virus Ebola diciptakan oleh Barat. Para penyerang, kebanyakan pria-pria muda bersenjatakan pentungan. Mereka meneriakkan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf "bangkrut" dan "Tak ada Ebola!"

Kepala Asosiasi Pekerja Kesehatan Liberia, George Williams, mengatakan, klinik tersebut menampung 29 pasien yang telah teruji positif terkena Ebola. Mereka tengah menerima perawatan sementara di klinik tersebut sebelum dibawa ke rumah sakit. "Dari 29 pasien itu, 17 kabur semalam (setelah serangan). Sembilan tewas empat hari lalu dan tiga lainnya dibawa paksa oleh keluarga mereka kemarin," tutur Williams.

Wabah Ebola yang melanda Afrika Barat tahun ini merupakan yang terburuk sejak virus ini pertama kali muncul pada tahun 1976. Menurut data terbaru Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, sebanyak 1.145 orang telah tewas dalam lima bulan akibat virus Ebola. (Detikcom/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments