Kamis, 19 Sep 2019

Dr HM Isa Indrawan SE MM:

Pendidikan Tinggi di Indonesia Perlu Direformasiserta

admin Senin, 09 September 2019 17:32 WIB
SIB/Dok
WISUDA: Rektor Unpab Medan Dr HM Isa Indrawan SE MM bersama civitas akademika dan undangan yang hadir pada acara wisuda, Sabtu (7/9).
Medan (SIB) -Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan Dr HM Isa Indrawan SE MM mewisuda 1.218 lulusan program pasca sarjana, sarjana dan diploma Unpab ke 62 di gedung Selecta Medan, Sabtu (7/9).

Dikatakan,wisuda merupakan suatu hari yang sangat bersejarah bagi para wisudawan/ti dan hari yang sangat penting bagi orang tua. Perjuangan yang telah dilalui selama 3,5 tahun sampai 4 tahun telah mencapai tujuan yang dicita-citakan. Perjuangan berat telah menemui hasil.

Hadir Ketua dan para anggota Yayasan Prof Dr H Kadirun Yahya dan undangan lainnya.

"Selamat dan Sukses kepada para wisudawan serta keluarga. Kami mengharapkan amalkan ilmu dalam profesi masing-masing. Jaga nama baik almamater Unpab tercinta di tengah masyarakat. Sebagai alumnus Unpab harus menjadi agen perubahan bangsa ini dengan bekerja keras, jujur dan disiplin, lakukanlah perubahan mulai dari diri sendiri," katanya.

Pendidikan merupakan optimalisasi potensi dimana dilakukan dengan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Menurut Presiden Soekarno bahwa "Bangsa yang besar ialah bangsa yang mampu mewujudkan mimpi yang besar". Perwujudan itu memerlukan sejumlah syarat. Salah satu jembatan yang perlu mendapat perhatian serius adalah pendidikan," kata rektor.

Sumber daya manusia yang berkualitas akan membuat suatu negara menjadi disegani bangsa lainnya, melalui pendidikanlah semua dapat diwujudkan.

Pendidikan tinggi, saat ini menjadi syarat dalam mencari sebuah pekerjaan atau menjalankan suatu profesi. Dalam rangka mewujudkan tujuan negara kesejahteraan, pemerintah turut campur tangan dalam menetapkan kebijakan antara lain dalam menetapkan kurikulum pendidikan tinggi.

Kurikulum merupakan pencerminan dari semua cita-cita dan pikiran dalam pendidikan. Kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia sering mengalami perubahan, bahkan setiap tahunnya, dengan cara pengajaran yang berbeda-beda. Meskipun sering terjadi perubahan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia, output dari pendidikan tinggi di Indonesia belum dapat mencetak lulusan pendidikan tinggi siap dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat di era globalisasi, sehingga kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia perlu dilakukan reformasi agar dapat memenuhi tuntutan perubahan, terutama akibat dari adanya pengaruh globalisasi dewasa ini.

Perguruan tinggi sebagai masyarakat ilmiah dituntut untuk berperan secara aktif positif dalam memecahkan permasalahan (problem solver) yang dihadapi masyarakat dengan menghasilkan ilmu yang siap pakai, dalam arti penemu masalah (problem finder). Oleh karena itu perguruan tinggi haruslah mampu menghasilkan lulusan (output) yang memiliki kepribadian tangguh, berkemampuan unggul, cerdas, kreatif sehingga mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain dalam menghadapi globalisasi.

Keberadaan perguruan tinggi mempunyai kedudukan dan fungsi penting dalam perkembangan suatu masyarakat. Proses perubahan sosial (social change) di masyarakat yang begitu cepat, menuntut agar kedudukan dan fungsi perguruan tinggi itu benar-benar terwujud dalam peran yang nyata. Peran perguruan tinggi tertuang dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: Dharma pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Dikatakan rektor, telah ditetapkan bahwa pada 2033 Unpab menuju World Class University. Unpab diharapkan dapat mensejajarkan diri dengan beberapa universitas kelas dunia, terutama mampu bersaing dalam era revolusi industri 4.0.

Mempersiapkan generasi milenial dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat, maka Unpab membuat thema wisuda kali ini adalah "Mmbangun sarjana unggul dan berkebangsaan di era generasi milenial". Generasi millennial diistilahkan untuk mereka yang lahir sekitar tahun 2000-an. Generasi ini dipersiapkan untuk masa depan bangsa yang lebih dinamis, modern, dan canggih.

Sikap mereka yang 'melek' teknologi diharapkan mampu memberikan perubahan yang lebih baik terhadap bangsa ini. Jadi dapat diperkirakan bahwa saat ini generasi millennial memiliki rentang usia 17 hingga 37 tahun. Di Indonesia sendiri, terdapat sekitar 80 juta orang, katanya. (M01/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments