Senin, 16 Sep 2019

Panpel SNMPTN Targetkan 15.000 Sekolah Isi PDSS

Rabu, 08 Januari 2014 15:58 WIB
Bandung (SIB)- Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung menargetkan 15 ribu SMA dan sederajat di Indonesia melakukan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebagai tahap awal mengikuti SNMPTN 2014.

"Pada Tahun Ajaran 2012/2013 sudah 12 ribu sekolah terdaftar di PDSS. Untuk tahun ini kita targetkan menjadi 15 ribu sekolah," kata Rektor Universitas Padjadjaran Bandung Prof Ganjar Kurnia di Bandung, Selasa.

Ganjar menyebutkan PDSS dibuka sejak Senin (6/1) hingga 6 Maret 2014. Panitia SNMPTN pun menargetkan sekitar 15 ribu SMA dan sederajat di Indonesia akan melakukan pengisian PDSS.  

Ia menyebutkan pengisian PDSS bisa dilakukan di laman http://pdss.snmptn.ac.id. Pengisian kali ini merupakan pengisian kedua sejak pertama diterapkan pada tahun 2013.

Bagi sekolah yang telah mengisi PDSS sebelumnya dapat kembali mengisi dengan memasukkan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan password untuk mengakses laman.

Sementara itu bagi sekolah yang belum mendaftar dan memiliki password dapat langsung melakukan konfirmasi kepada panitia untuk mendapatkan password. Untuk NPSN bisa diajukan ke Kemdikbud.

Pengisian PDSS dilakukan langsung oleh kepala sekolah. Untuk tahun ini, pengisian PDSS meliputi nilai prestasi akademik seluruh siswa dari semester I sampai semester VI serta catatan prestasi lainnya. Setelah pengisian PDSS oleh pihak sekolah, siswa langsung memverifikasi data tersebut hingga 6 Maret 2014.

Adapun pendaftaran SNMPTN untuk calon mahasiswa dibuka pada 17 Februari hingga 31 Maret 2014 melalui http://snmptn.ac.id. Dalam hal ini, syarat bagi siswa untuk bisa mendaftar SNMPTN adalah memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Bagi sekolah yang memiliki keterbatasan jaringan internet untuk mengisi PDSS dapat langsung mendatangi Kantor Pos di wilayahnya masing-masing untuk mengisi PDSS secara online. 

Panitia telah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dan PT Telkom sehingga pengisian PDSS di kantor itu tidak dipungut biaya.

Bila tetap tidak memungkinkan, sekolah dapat menghubungi PTN di wilayahnya untuk mengisi PDSS dengan cara membawa data PDSS dalam bentuk softcopy lalu mendatangi PTN terdekat untuk mengisi PDSS atau juga bisa PTN yang datang ke sekolah tersebut.

"Bila sekolah tidak mengisi PDSS, maka siswa sekolah tersebut tidak bisa mendaftar dan mengikuti seleksi SNMPTN 2014. Ini juga termasuk sekolah-sekolah yang di-blacklist karena melakukan kecurangan," kata Ganjar.

Selain itu panitia SNMPTN akan membuka ruang bagi sekolah-sekolah yang diblokir sistem untuk melakukan klarifikasi.

"Jika memang tidak bisa masuk ke sistem, bisa langsung hubungi Unpad selaku panitia penyelenggara. Kita akan melakukan klarifikasi dan jika lolos maka pemblokiran akan dibuka," kata Ganjar Kurnia menambahkan. (Ant/h)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments