Jumat, 19 Jul 2019
  • Home
  • Pendidikan
  • Menristekdikti Dorong Perkuliahan di Perguruan Tinggi Gunakan Video 3 Dimensi

Menristekdikti Dorong Perkuliahan di Perguruan Tinggi Gunakan Video 3 Dimensi

admin Senin, 01 Juli 2019 17:58 WIB
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (tengah)
JAKARTA (SIB) -Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, metode perkuliahan di perguruan tinggi Indonesia harus lebih inovatif. Antara lain dengan penggunaan media digital, teknologi Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AI), dan Artificial Intelligence (AI).

Pembelajaran melalui video 3 Dimensi seperti yang dilakukan Universitas Pelita Harapan (UPH) di bidang kedokteran saat ini merupakan contoh yang baik untuk diterapkan di perguruan tinggi lain.

"Ini adalah satu contoh metode perkuliahaan yang dikembangkan UPH khususnya di bidang kedokteran. Artinya, kuliah yang sudah menggunakan Artificial Intellingence (AI) atau kecerdasan buatan, kuliah yang sudah menggunakan Virtual Reality dan Augmented Reality (AR), ini harus kita dorong terus supaya mahasiswa mendapatkan proses pembelajaran yang sempurna," ungkap Nasir, Sabtu (29/6).

Dia menambahkan, selama ini biasanya dosen membaca kemampuan hanya 80 persen, maka hanya bisa diserap 40 persen. Dengan metode pembelajaran ini bisa serap 100 persen dengan baik. Metode seperti ini bisa dikembangkan secara keseluruhan dan tidak hanya di bidang kesehatan tapi harus bisa di seluruh bidang lainnya.

"Kalau metode ini sudah dikembangkan dalam bentuk film tiga dimensi (3D), seharusnya bisa dikembangkan lagi dalam metode online dan saya rasa akan jauh lebih baik ke depannya," tutur Nasir.

Dia menuturkan, metode pembelajaran seperti ini bisa membuat mahasiswa tidak merasa kesulitan dalam menyerap materi yang sulit sekalipun dengan metode pembelajaran yang sangat sederhana.

Nasir juga mengimbau kepada pimpinan perguruan tinggi lain untuk mulai bergerak melakukan metode pembalajaran yang baru dan inovatif di tengah perkembangan Revolusi Industri 4.0 yang sangat ini sedang kita hadapi.

"Saya rasa perguruan tinggi harus melakukannya, kalau kita tidak punya fasilitasnya karena biaya yang sangat tinggi, untuk itu saya selalu sampaikan untuk perguruan tinggi agar melakukan kolaborasi. Kalau tidak dengan kolaborasi rasanya itu akan sulit untuk dikembangkan," tambah Nasir.

Dirinya juga mengatakan, Kemenristekdikti juga sudah menerbitkan peraturan kepada pimpinan perguruan tinggi untuk mengembangkan metode pembelajaran Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan memudahkan akses masyarakat untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. (jpnn/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments