Minggu, 25 Agu 2019
  • Home
  • Pendidikan
  • Mahasiswa Fastek UNPAB Manfaatkan Limbah Daun Kering Sebagai Pupuk Organik

Mahasiswa Fastek UNPAB Manfaatkan Limbah Daun Kering Sebagai Pupuk Organik

admin Senin, 12 Agustus 2019 20:45 WIB
SIB/Erwin
Mahasiswa Fakultas Tehnik Universitas Panca Budi Medan Foto Bersama di Desa Tomuan Holbung Asahan.
Binjai (SIB) -Kelompok KKN mahasiswa Agroteknologi Fakultas Tehnik Universitas Panca Budi Medan melaksanakan sosialisasi dalam rangka penyuluhan teknologi bokashi di Dusun 2 Desa Tomuan Holbung, Asahan, Senin (5/8).

Kegiatan KKN yang mengambil judul "Pemanfaatan Limbah Daun Kering Tanaman Karet sebagai Pupuk Organik dengan Teknologi Bokashi" tersebut dirancang melalui hasil survei dan observasi kelompok mahasiswa KKN Agroteknologi yang menemukan limbah perkebunan dari daun-daun kering pada tanaman karet yang tidak dimanfaatkan dan hanya dibersihkan dengan cara dibakar saja.

Selanjutnya kelompok KKN mahasiswa Agroteknologi yang diketuai Reza Andry Prabowo merumuskan permasalahan tersebut sebagai program KKN. Didampingi Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Muhammad Taufiq kemudian dirancang program kegiatan KKN yang menitik beratkan program KKN kepada pembuatan pupuk organik dengan cara teknologi bokashi.

"Pupuk organik dengan teknologi bokashi ini nantinya dapat menjadi solusi dari pemanfaatan potensi desa. Sebagaimana kita ketahui dalam memanfaatkan lahan pertanian dengan cara sistem pertanian vertikultur maka sangat diperlukan unsur hara berupa pupuk organik agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh, berkembang dan menghasilkan dengan baik", ujar Reza saat ditemui di Binjai, Kamis (8/8).

Reza Andry juga mengatakan, tingginya harga pupuk kimia yang dijual di pasaran serta kelangkaan pupuk kimia ini sering membuat resah para petani. Oleh karena itu sangat diperlukan alternatif pupuk sebagai pengganti pupuk kimia tersebut yaitu dengan pembuatan pupuk organik dengan teknologi bokashi.

Sementara itu, Dosen Pendamping Lapangan Muhammad Taufiq, mengutarakan bokashi adalah hasil fermentasi bahan-bahan organik seperti limbah-limbah organik, bisa berupa dedaunan kering tanaman perkebuan seperti karet, sawit dan lainnya, kemudian ditambahkan bahan organik lainnya seperti sekam, jerami, kotoran ternak.

Selanjutnya ditambahkan juga bahan aktivator yang berfungsi untuk mempercepat proses fermentasi yang biasa dikenal dengan Effective Microorganism (EM).

"Penggunaan EM tersebut tidak hanya mempercepat proses fermentasi tetapi juga dapat menekan aroma tidak sedap yang biasanya muncul pada proses pembusukan atau penguraian bahan organik", ungkap Muhammad Taufiq.

Bertepatan pada kegiatan tersebut pula perangkat desa dengan diwakilkan oleh kepala Dusun 2 Desa Tomuan Holbung berharap agar pelaksanaan KKN di Desa Tomuan Holbung ini dapat menjadi kegiatan yang rutin setiap tahunnya. Dia juga mengutarakan bahwa kegiatan KKN dari Universitas Pembangunan Panca Budi ini sangat baik dalam mengangkat nama desa dan tentunya dapat mengembangkan potensi desa agar menjadikan desa yang lebih unggul mampu bersaing dan produktif dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Desa. (M23/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments